Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memanggil pejabat tinggi, termasuk Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, ke Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin untuk membahas rencana perumahan bagi warga kurang mampu yang tinggal di sepanjang rel kereta api.
Sirait mengonfirmasi agenda tersebut dan menyebutkan bahwa presiden akan memimpin rapat koordinasi terbatas untuk mempercepat rencana peningkatan kawasan kumuh dekat rel kereta, tidak hanya di Jakarta tapi juga di Bandung, Jawa Barat, dan Medan, Sumatera Utara.
“Rencana kami mencakup banyak lokasi. Tanah di Tanah Abang adalah milik negara dan bernilai strategis, begitu juga di Bandung dan Medan. Kami berencana memanfaatkan tanah-tanah ini untuk kepentingan rakyat; negara harus hadir dalam hal ini,” ujarnya kepada pers.
Menteri tersebut mengatakan telah memeriksa sebuah lokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lebih paginya, ia mengunjungi Bandung bersama Bobby Rasidin, Direktur Utama PT KAI, yang juga dipanggil ke istana.
“Banyak tanah negara yang dikuasai pihak lain, dan kami berniat mereklamasi nya untuk melayani kepentingan negara dan rakyat. Langkah ini khususnya ditujukan untuk warga berpenghasilan rendah dan menengah,” jelas Sirait.
Ia menyerukan sinergi di antara para pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat pelaksanaannya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, yang juga tiba di istana, menekankan bahwa timnya siap mendukung rencana perumahan melalui studi dan riset teknologi untuk mengejar efisiensi.
Program perumahan ini berawal dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke permukiman kumuh di rel kereta Senen, Jakarta Pusat, pada 26 Maret.
“Insya Allah, kami akan segera membangun perumahan yang layak bagi warga di daerah tersebut. Ini adalah tekad saya untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi rakyat Indonesia,” ucapnya setelah memeriksa lokasi dan berbincang dengan warga setempat.
Berita terkait: Kunjungi permukiman Senen, Prabowo janji bangun perumahan layak
Berita terkait: Kunjungan Prabowo picu rencana perumahan untuk kawasan kumuh rel Jakarta
Berita terkait: Indonesia umumkan tenor 30 tahun untuk perumahan bersubsidi
Penerjemah: Maria C, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026