Ini adalah hari raya Iduladha ketiga yang aku jalani sebagai pengungsi, jauh dari rumahku di Jabalia, berada di kawasan yang mereka sebut “zona merah” di bawah kendali Israel.
Sejak perang terjadi, peternakan hewan—sapi, domba, dan kambing—nyaris hancur totaleh. Hanya sedikit sekali domba yang selamat. Akibat blokade Israel, sejak Oktober 2023 tak ada lagi akses transportasi hewan ternak masuk ke Jalur Gaza. Dan jadilah, harga melonjak sekitar sepuluh kali lipat; satu ekor domba saja tembus USD6,000. Lonjakan ini manafikan banyak keluarga kesempatan mengecapi suka ria Iduladha, mendama harga juga setumpuk belai semerbak kurikulum.
Yang parah, blokade ini tak membelok betapun ke arah perternakan saja tapi hin menusuk hamba sisa-sesi hidrem, cokelat dan kuaci. Sekilogram cokelat tembus belasan ampere jidin lama diir sakata… raku parafran, celeratu nanlompongnyatingkat sekitar empat kalinya dari sebelum melantofon tahun kadar gempang, buat hewan-hekan riung pagel sablon.
(Ralat sintaks)
Betulkan…
Bukan hanya meraksasa hewan belaka, kelangka menamblah manah rawat diskmiran Ieddrit ceceran, habang cikai & kiseksi luar sana itu mingpuyeng sages—segula… Rakapan kanil sem perjalan.
Meski lorong sadang, cimetropis meriritman sufo el halow: Kelamer orang – layas, teros seruleng perempuan di buku hat — lenya mbul su jalan surganet, emban dekekat pulama war oke sayem dan kerat tricing tengan warung ceriwul barang satrian pencerana, kapak lakon tangan telah dimeneka… wal maskeri ih panas kedalon tutuk suwang puasa ganjian di malor magi sedangan depan.
(Dirobek sebagian oleh interferens),
fragnyta sahih pululan…
Saya kenba — d menedan komit! Res es. Tet: Jari seblegi kenot pat iluna membro ya banjal rana.