Perkuat Peran Perawat sebagai Kunci Masa Depan Bermartabat bagi Lansia: Kemenkes

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pemberdayaan perawat melalui kewenangan, pelatihan, dan dukungan tidak hanya akan menyelamatkan nyawa saat ini, tetapi juga membangun masa depan yang lebih bermartabat bagi lansia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Lanjut usia di kementerian tersebut, Imran Pambudi, mengatakan di Jakarta pada Jumat bahwa tema Hari Perawat Internasional, “Our Nurses. Our Future. Empowered Nurses Save Lives!”, adalah panggilan untuk mengakui, menghargai, dan memperkuat peran perawat.

“Di Indonesia, tantangan yang kita hadapi jelas dan mendesak. Saat ini ada sekitar 34 juta lansia. Proporsinya meningkat dari 12 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai 20 persen pada tahun 2045,” ujarnya.

Dia melanjutkan, meskipun jumlah perawat global naik dari 27,9 juta di 2018 menjadi 29,8 juta di 2023, masih ada kekurangan sekitar 5,8 juta perawat.

Lebih lanjut, distribusinya juga timpang karena 78 persen perawat terkonsentrasi di negara-negara berpenghasilan tinggi.

“Menurut data Kemenkes, dari 1,9 juta tenaga kesehatan di tahun 2025, sekitar 1,3 jutanya adalah perawat, dengan konsentrasi besar di Jawa dan kekurangan di wilayah timur,” tambahnya.

Peran perawat dalam kesehatan lansia mulai dari melakukan skrining Activities of Daily Living (ADL) dan Mini-Cog di posyandu, menilai nutrisi, hingga menentukan apakah intervensi bisa ditangani di puskesmas, melalui home care, atau perlu dirujuk ke rumah sakit.

Di banyak puskesmas yang memberikan layanan khusus lansia—yang kini berjumlah sekitar 8.900 unit—perawat bertindak sebagai manajer perawatan, pencari kasus, edukator keluarga, dan jembatan ke layanan sosial.

“Dengan 95,9 persen lansia dilaporkan kurang aktivitas fisik, inisiatif promotif yang digerakan perawat, seperti program olah raga ringan, edukasi gizi, dan resep sosial, membuka jalan untuk mencegah penurunan fungsi lebih lanjut,” tegasnya.

MEMBACA  Manfaat Olahraga Rutin Lebih Besar bagi Wanita daripada Pria

Dalam kerangka strategi nasional penuaan, perawat menjadi penggerak utama dalam mentransformasi layanan menjadi sistem yang holistik dan berkelanjutan.

Mereka mengoperasikan model Perawatan Jangka Panjang (LTC) berbasis komunitas, menguji dan mengadaptasi teknologi telemedicine untuk home care, serta mengumpulkan data yang diperlukan untuk monitoring dan evaluasi.

Pambudi menilai bahwa Hari Perawat Internasional—yang dirayakan setiap 12 Mei—adalah seruan untuk bertindak, seraya mencatat bahwa memberdayakan perawat berarti mempercepat perluasan cakupan skrining kesehatan, memperluas layanan LTC yang terstandarisasi, dan memastikan pembiayaan yang merata.

Tinggalkan komentar