Percepatan Sertifikasi Higienis untuk 26.000 Dapur MBG oleh Kementerian

Kemenkes Percepat Penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi untuk Lebih dari 26.000 Dapur MBG
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan menyatakan sedang mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) untuk lebih dari 26.000 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Peningkatannya cukup signifikan. Akhir Maret lalu, pengajuan masih di bawah 10.000, tapi sekarang sudah ada lebih dari 26.000 dapur SPPG,” kata Direktur Kesehatan Lingkungan kemenkes, Then Suyanti, di Jakarta, Sabtu.

Ia mengungkapkan, per 24 April 2026, total 14.646 SLHS sudah terbit, atau sekitar 81 persen dari seluruh permohonan yang masuk. Sementara dari total data, 17.807 dapur telah mengajukan permohonan, dan sekitar 8.600 lainnya belum mengajukan SLHS.

Kemenkes sudah mendorong mitra SPPG untuk segera mengurus sertifikasi demi memenuhi standar keamanan pangan. Ia menambahkan, percepatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri melalui instruksi langsung ke kepala daerah agar dinas kesehatan setempat memfasilitasi proses sertifikasi dan inspeksi.

“Kemenkes juga memantau inspeksi dan penerapan prosedur operasional standar (SOP). Kami temukan di beberapa daerah, SLHS belum terbit karena pengelola makanan belum pernah ikut pelatihan,” jelasnya.

Sebagai solusi, kemenkes menyediakan pelatihan online gratis melalui Learning Management System (LMS) Pelataran Sehat. Pelatihan ini mencakup kebijakan keamanan pangan, kontaminasi pangan, higiene perorangan, serta proses produksi. “Pelatihan ini gratis buka 24 jam. Kami minta kepala SPPG membantu pengelola makanan untuk mengaksesnya, karena sertifikat kompetensi mereka adalah syarat wajib terbitnya SLHS,” katanya.

MEMBACA  Apakah Metode 'Pelepasan' dalam 'Belitan' adalah Solusi Nyata untuk Tornado Besar? Tidak Juga

Tinggalkan komentar