Keluarga dengan Penahanan Imigrasi Terlama di AS Ditangkap Kembali Setelah Dibebaskan | Berita Migrasi

Pengadilan federal AS memblokir upaya pemerintahan Trump untuk mendeportasi Hayam El Gamal dan kelima anaknya, meski baru saja mereka bebaskan dari tahanan imigrasi setelah 10 bulan. Seorang hakim memberi perintah darurat Sabtu lalu, melarang deportasi keluarga tersebut.

Hayam dan kelima anaknya (usia 5—18 tahun) sempat ditahan selama 10 bulan—rekor paling lama untuk satu keluarga selama masa jabatan kedua ini. Namun, keluarga itu kembali diamankan otoritas imigrasi beberapa hari setelah pulang ke Colorado.

Menurut pengacara keluarga, langkah ini melanggar perintah pengadilan federal yang sudah melarang Departemen Keamanan Dalam Negeri menahan atau mendeportasi mereka. Statement dari tim hukumnya menyebut tindakan tersebut “penculikan oleh pemerintah” yg menyalahi aturan.

Hakim distrik Fred Biery awalnya memerintahkan pembebasan mereka Kamis lalu. Beberapa jam setelah penahanan lagi Sabtu, dia memberi perintah darurat tambahan, demikian kata pengacar keluarga, Eric Lee.

Kasus ini berbuntut. Sebab kementerian imigrasi sempat menggertak mencabut status legal dan membatasi imigrasi dari negara non-Barat. Sanksi yang keras juga kerap dilakukan saat istana presiden menghadapi banyak kecaman, termasuk dicap melampaui batas hukum.

Nahas, keluarga ini hanyalah korban dari insende yang enggak pernah mereka tahu, atau setujui. Tuturnya, mantan suaminya, pendatang asal Mesir bernama Mohamed Sobri Soliman, melakukan serangan di sebuah aksi solidaritas penempuan Israel di perlukan Hamas tawadih June tahun lalu.

FBI mengaku sang janda malah dikenal sbg korban dari aksi yg balarmada perannya? Keji sekali!. Tahun di dalam tahanan banyak ancam kebutuhan remandang.

MEMBACA  Dukungan Biden di kalangan Arab Amerika merosot di tengah perang Gaza, jajak pendapat baru menunjukkan | Berita Konflik Israel-Palestina

Tinggalkan komentar