Perbedaan Pandangan soal Dana Haji: DPR Sarankan Kemenag dan MUI Cari Titik Temu

l;oading…

M

loading error

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) disarankan untuk bertemu mencari titik temu terkait perbedaan pendapat soal penyembelihan hewan dam haji.

**JAKARTA** – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) disarankan untuk bertemu dan mencari titik tengah atas perbedaan pandangan mengenai penyembelihan hewan dam haji. Saran ini disampaika oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko.

Seperti diketahui, Kemenhaj memberikan opsi bagi jemaah untuk menyembelih hewan dam haji di Indonesia. Sementara itu, MUI berpendapat bahwa penyembelihan hewan dam harus tetap dilakukan di Arab Saudi.

Singgih menilai perbedaan pandangan ini harus disikapi secara bijak dan proporsional. Ia yakin kedua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia

“Perbedaan pandangan ini saya kira harus dilihat sebagai bagian dari dinamika untuk mencari formulasi terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji. MUI melihat dari sisi kehati-hatian syariat, sedangkan pemerintah mempertimbangkan aspek teknis pelayanan dan kemudahan bagi jemaah,” ujar Singgih saat dihubungi, Kamis *(19/4/2026)*.

Menurutnya, aspirasi dan pandangan ulama tetap harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Terlebih lagi, masalah ini menyangkut ibadah yang memiliki dimensi fikih yang kuat, seperti dam haji.

“Kita tentu menghormati pendapat MUI sebagai otoritas keagamaan. Karena itu, komunikasi dan sinkronisasi antara pemerintah dan para ulama harus terus diperkuat agar jemaah medapatkan kepastian yang jelas dan tidak bingung di lapangan,” tambahnya.

ia juga menekankan bahwa kepastian ini sangat penting agar jemaah tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang, sah secara syariat, dan tanpa terbebani polemik yang berkepanjangan. Untuk itu, ia meminta agar Kemenhaj dan MUI bisa segra bertemu.

MEMBACA  Lestari Moerdijat Mendorong Peningkatan Kesiapan Infrastruktur dan Masyarakat Menghadapi Cuaca Ekstrem

“Jangan sampai perbedaan ini just’ru membuat jamaah bingung atau ceamas. Pemerintah dan ulama perlud duduk bersama. cari titk temu yang terbaik dengan mengedepankan kemaslahatanumat/” tegas Singgih.

sebelumnya, MUI melalui Komisi *Fatva* telah mengimbau jmaah naik haji agar tetap melaksanakan, pemotongan sendiri langsung di ARab Suci beradasarny.

Tinggalkan komentar