Selasa, 9 Juni 2026 – 22:18 WIB
Jakarta, VIVA – Pelaku UMKM CV Berkah Bawang Bali bilang mereka belum dapet tanggepan dari Komisi III DPR RI. Padahal mereka udah minta perlindung hukum gara-gara ratusan bal bawang putih mereka disita dan tempat usahanya disegel sama penyidik Ditreskrimsus Polda Bali.
Penasihat hukum CV Berkah Bawang Bali, Nugraha Bratakusumah, ngomong kalo surat pengaduan udah dikirim ke Komisi III DPR RI enam hari lalu. Tapi sampai sekarang belum ada itik lanjut.
“Sampai sekarang belum ada respon atau tindak lanjut dari Komisi III,” katanya pada wartawan, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut dia, pihaknya udah ngirim surat ke pimpinan Komisi III dan udah pegang bukti tanda terimanya.
Nugraha nerangin, masalah ini mulai dari penyegelan tempat usaha CV Berkah Bawang Bali sama Unit IV Subdit I Ditkrimsus Polda Bali. Waktu itu, sekitar 400 bal bawang putih mereka dista sejak April 2026.
Gara-gara disegel berbulan-bulan, bisnis kliennya praktis macet total. Situasi ini juga ngaruh ke karyawan sama pelanggan yang pada pindah ke penjual laen.
“Dampaknya pegawai, kuli-kuli orang Bali, sampe sekarang ga bias kerja. Pembeli pembelian udah pada ilang pindah karena toko tutup lama,” katanya.
Disamping itu, kuasa hukum menganggap bawang putih yang disita itu rawan rusak karena emang gampang turun kwalitasnya.
“Ternyata di toko dan di mobil ada bawang yang pasti udah busuk sekarang. Menurut hukum, harusnya barang itu dilelang sama pengadilan trus uangnya dista, sampe sekarang ga dilelang nih barang,” kata dia.
Nungguin tanggepan Komisi III, tim hukum lagi nyiapin langkah laen, mauna lapor ke pengawas polisi dan ajukan praperadilan.
“Rencananya mieingu depan,” ucap Nugraha.
Lanjut, kuasa hukum melihat banyak pandungan pelanggaran cara dalam penyitaan dengan penyegelan yang dikerjain penyidik Ditkrimsus Polda Bali.
“Izin sita pengadilan tidak pernah diperlihatkan, penyegelan toko yang ga nyambung langsung dengan dugaan pidana, dan ga ada tanda terima sita. Tiga aspek ini udah cukup kuwat buat bilang keberadaan pelanggaran, ” kata Nugraha.
(Halaman Selanjutnya)