Pemerintah Tingkatkan Kemitraan Pendidikan Tinggi untuk Pacu Transformasi Ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Iptek Indonesia terus memperkuat kemitraan internasional dalam pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia untuk percepat transformasi ekonomi berbasis sains dan teknologi.

Hal ini disoroti dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Iptek Brian Yuliarto dengan Chargé d’Affaires ad interim Amerika Serikat Peter M. Haymond di Jakarta pada Kamis (16 April).

Yuliarto menekankan bahwa lewat kolaborasi global strategis, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus menjawab kebutuhan industri masa depan.

“Fokus utama kerja sama diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program pendidikan dan riset berstandar internasional,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan, inisiatif ini mencakup pengembangan program gelar ganda dan riset kolaborasi lintas batas, yang diharapkan menghasilkan inovasi berdampak tinggi relevan dengan tujuan pembangunan nasional.

Untuk dukung akses pendidikan berkualitas, kementerian juga mengoptimalkan berbagai skema pendanaan, termasuk melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Skema ini menawarkan peluang lebih luas bagi talenta terbaik Indonesia untuk belajar di universitas kelas dunia sekaligus memperkuat jejaring akademik global.

“Kami menargetkan pengembangan sekitar 10 produk semikonduktor dan memproyeksikan kebutuhan hingga 15.000 insinyur. Karena itu, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi adalah kunci,” kata sang menteri.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga mendorong pendirian sekolah kedokteran baru untuk memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran nasional.

Inisiatif ini diharap dapat memenuhi permintaan yang tumbuh bagi tenaga profesional kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan kedokteran di seluruh Indonesia.

Yuliarto menambahkan, selain memperkuat pendidikan tinggi, kemitraan kementerian juga mencakup fasilitas pendidikan, termasuk integrasi teknologi pembelajaran di sekolah.

Upaya ini bertujuan merapatkan kesenjangan kualitas pendidikan dan membentuk ekosistem belajar yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

MEMBACA  Di Mana Dino Patti Djalal Kuliah? Jejak Akademik Mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat

Berita terkait: RI perlu industri berbasis iptek untuk tetap kompetitif global: pejabat

Berita terkait: Prabowo minta menteri tingkatkan STEM untuk agenda hilirisasi

Penerjemah: Mecca Yumna, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar