Nama Donald Trump Muncul Ratusan Kali dalam Dokumen Kasus Jeffrey Epstein

Senin, 2 Februari 2026 – 00:10 WIB

Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali merilis dokumen baru terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai Epstein Files, pada 30 Januari lalu. Kasus ini sudah menyita perhatian publik Amerika Serikat lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu skandal paling gelap yang melibatkan kekuasaan, uang, serta eksploitasi seksual elit global.

Baca Juga :
Sosok Pilihan Trump Jadi Bos Baru The Fed Gantikan Powell

Beberapa elit global yang ikut terseret dalam skandal ini termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namanya disebut ratusan kali dalam dokumen terbaru yang baru dirilis.

Trump diketahui pernah punya hubungan pertemanan dengan Jeffrey Epstein, tapi dia bilang hubungan itu sudah berakhir sejak bertahun-tahun lalu. Trump juga menegaskan tidak pernah tau tentang kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.

Baca Juga :
Kisah Lama Terungkap: Donald Trump Pernah Bikin Sir Alex Ferguson Murka

Di antara dokumen baru itu ada sebuah daftar yang disusun FBI tahun lalu. Dokumen itu berisi berbagai tuduhan terhadap Trump yang berasal dari laporan masyarakat ke saluran pengaduan National Threat Operations Center. Banyak dari laporan tersebut kelihatannya berdasarkan informasi yang belum diverifikasi dan tidak ada bukti pendukung.

Daftar tersebut memuat sejumlah tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan ke Trump, Epstein, serta tokoh-tokoh publik lainnya.

Baca Juga :
Pentagon dan Gedung Putih Rencanakan Serangan Militer ke Iran

Trump secara konsisten membantah segala bentuk pelanggaran yang dikaitkan dengan Epstein dan hingga kini tidak pernah didakwa atas kejahatan apapun oleh korban-korban Epstein.

Saat dimintai tanggapan tentang tuduhan terbaru, pihak Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan resmi yang disertakan dalam rilis dokumen tersebut.

MEMBACA  Norwegia sedang mengevaluasi opsi-opsi Uni Eropa saat masa jabatan kedua Trump mengancam

“Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020. Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, klaim itu pasti sudah lama digunakan sebagai alat untuk menyerang Presiden Trump,” demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS dikutip dari laman BBC UK, Senin 2 Februari 2026.

Detail baru ini juga kembali menyoroti hubungan pertemanan Trump selama puluhan tahun dengan Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang meninggal karena bunuh diri pada 2019, serta dengan Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein yang sekarang menjalani hukuman penjara atas kasus perdagangan seks.

Halaman Selanjutnya

Besarnya jumlah dokumen yang dirilis membuat sulit untuk langsung memahami keseluruhan isi yang tersedia secara online sejak Jumat pagi.

Tinggalkan komentar