Kamis, 30 April 2026 – 22:33 WIB
VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth nggak kasih visi yang jelas ke anggota parlemen pada Rabu, 29 April 2026 soal kapan atau gimana caranya perang Iran bakal berakhir. Hegseth malah bilang kalo hambatan utama buat nyelesein misi itu adalah "Demokrat yang nggak patriotik dan tuntutan mereka untuk penyelesaian akhir."
Hegseth berkali-kali ngehindarin pertanyaan keras dari anggota parlemen Demokrat, dan nyebutnya sebagai momen "clickbait" bahkan waktu pertanyaan itu fokus ke kesiapan dan masalah personel AS di perang Iran.
Bahkan waktu ditanya anggota parlemen Demokrat Sara Jacobs (D-Calif.) yang desak Hegseth tentang apa Trump secara mental layak jadi Presiden AS yang memicuh perang Iran.
Sara ngutip beberapa unggahan Trump dan ngaitinnya dengan kekhawatiran keluarga anggota militer AS. Diketahui, Trump kerap luncurin ancaman ke Iran dan ngepost itu di media sosialnya.
Trump, dalam beberapa posting, sering jumawa klaim kemenangan yang absurd dan bilang kondisi Iran kolaps tanpa bukti. Dia juga mau munasnain bangsa Iran selama perang.
"Saya sudah denger dari begitu banyak keluarga militer yang khawatir soal kesehatan mental Presiden dan apa dia layak jadi Panglima Tertinggi kita, apalagi dia ngirim orang terkasih mereka ke medan perang," kata Sara.
Menurut dia, militer AS perlu tau kalo pemimpin mereka fokus dan stabil mentalnya, yah soalnya dia juga pangku tertinggi angkatan bersenjata…"Apa Anda percaya kalo Presiden cukup stabil mentalnya buat jadi Panglima Tertinggi?," tanya Sara.
Hegseth ngebales kalo Trump adalah "panglima tertinggi yang paling cerdas dan provokatif yang pernah kita miliki"}, sambil nyercang mantan Presiden Joe Biden plus partai Demokrat serta rawahat inap rahasianya Biden dan Menteri Pertahanan sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Sara respon omongan Hegseth, dan sambil ajuin "Saya nanyain Anda sekarang," langsung dipotong sama Hegseth, "Gr, mending nu berhenti sebelum saya bikinin momen clickbait buat seluruh As."