Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,7 persen di kuartal kedua tahun 2026.
Dia menegaskan pemerintah masih punya ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi di kuartal kedua, mengingat saat ini baru memasuki bulan April.
“April belom selesai, dan kita masih punya Mei sama Juni. Nanti kalau data April sudah jelas, kami akan tinjau lagi dan kasih dorongan tambahan buat ekonomi,” katanya kepada media di Jakarta pada Jumat.
Purbaya bilang lonjakan harga komoditas saat ini belum tentu bakal memperlambat kinerja ekonomi. Menurutnya, dampaknya sangat tergantung pada seberapa besar kenaikan harga dan seberapa luas pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Dia menyebut minyak sawit mentah sebagai salah satu komoditas yang kenaikan harganya bisa memberi tekanan pada ekonomi. Untuk mengatasinya, dia bakal berkoordinasi dengan menteri terkait supaya tekanan besar dari naiknya harga minyak gak sampai mengganggu ekonomi nasional.
Kalau ekonomi terlihat melambat, dia siap memberikan stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Lebih lanjut, dia juga siap mempercepat realisasi anggaran buat kementerian dan lembaga yang masih lambat, sehingga dana bisa mengalir ke sistem ekonomi lebih cepat.
Langkah ini dianggap bisa menjaga momentum pertumbuhan di kuartal kedua.
Menteri memastikan kebijakan ke depan akan selalu mempertimbangkan kesejahteraan rakyat, dan menambahkan Presiden Prabowo Subianto sudah memberi instruksi supaya kebijakan ekonomi terus mengedepankan kepentingan rakyat.
Karena itu, pemerintah bakal mengoptimalkan berbagai kebijakan di kementerian dan lembaga supaya program pro-rakyat bisa dipercepat dan memberi manfaat nyata bagi ekonomi.