Menantang Segala Halangan yang Menyebabkan Kegelapan Demokrasi

Sabtu, 10 Februari 2024 – 21:41 WIB

Semarang – Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengajak seluruh rakyat untuk menabrak dan menyeruduk semua penghalang, yang menyebabkan kegelapan demokrasi dan ketidakadilan ekonomi. 

Baca Juga :

Prabowo: Indonesia Bukan Hanya Besar Penduduk, Tapi Juga Hati, Jiwa dan Akhlak

“Kita tabrak dan seruduk semua penghalang yang menyebabkan kegelapan demokrasi dan ketidakadilan ekonomi di Indonesia,” kata Mahfud di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Februari 2024.

Dia menambahkan, sejak November 2023, dirinya bersama-sama Ganjar Pranowo telah mengunjungi setidaknya lebih dari 450 titik wilayah di seluruh Indonesia. Dari kunjungan tersebut, Mahfud mengaku ada banyak pelajaran yang didapatkan tentang arah perjalanan bangsa ini.

Baca Juga :

PAda Masa Tenang Pemilu 2024, Mahfud Ajak Masyarakat Kontemplasi Tentukan Pilihan Terbaik

Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo bersama istri dan anak kampanye di Bogor

Setidaknya, ada dua masalah utama yang menjadi kegelisahan orang banyak di Indonesia. Keduanya yakni tabir gelap demokrasi dan hilangnya keadilan ekonomi.

Baca Juga :

Kampanye di Kampung Jokowi, Ganjar Bilang "Solo Punya Gaya"

“Demokrasi di Indonesia tengah mengalami krisis dan terancam eksistensinya. Suara rakyat sebagai ruh demokrasi nyaris tak terdengar di telinga elite penguasa. Seolah-olah elite berdiam dalam tembok peredam yang kedap suara rakyat,” ujar Mahfud. 

Namun secara tiba-tiba, lanjut Mahfud, penguasa dan perangkat kekuasaan menjadi bebal, menyebabkan demokrasi Indonesia mengarah atau menuju kegelapan. Hal itu karena korupsi semakin marak terjadi, hukum disalahgunakan, dan konstitusi dipermainkan. 

Akibatnya, Mahfud menegaskan bahwa ekonomi rakyat semakin susah dan kehidupan rakyat kecil semakin sulit. Ironisnya, kartel ekonomi kian menggurita.

Pekerja melipat surat suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. (Foto ilustrasi).

“Kami banyak mendapatkan cerita, betapa akses kesehatan tidak merata, lapangan pekerjaan semakin sulit, akses pendidikan juga kian sulut hingga harga bahan pokok terus melambung,” kata Mahfud. 

MEMBACA  Saifullah Yusuf Menolak Calon Presiden yang Didukung oleh Abu Bakar Ba'asyir, Reza Indragiri Memiliki Analisis Seperti Ini

“Untuk itu, niscaya negara harus hadir, karena hadirnya negara adalah mandat konstitusi. Pemimpin negara dan pemerintah wajib melaksanakan mandat tersebut,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Namun secara tiba-tiba, lanjut Mahfud, penguasa dan perangkat kekuasaan menjadi bebal, menyebabkan demokrasi Indonesia mengarah atau menuju kegelapan. Hal itu karena korupsi semakin marak terjadi, hukum disalahgunakan, dan konstitusi dipermainkan.