Kementerian Perindustrian Dorong UMKM Optimalkan Teknologi Digital

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Pasalnya, peluang transaksi ekonomi digital di Indonesia terus tumbuh dengan pesat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, transformasi digital adalah kunci bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.

UMKM perlu meningkatkan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang di tengah persaingan, termasuk dari produk impor, salah satunya dengan memperkuat promosi secara daring.

"Kami secara konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi UMKM untuk membantu mereka menggunakan dan memanfaatkan pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar," kata Kartasasmita dalam pernyataannya, Selasa.

Dalam menjalankan program ini, kementerian berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas perindustrian daerah, akademisi, hingga praktisi industri dan bisnis. Hal ini untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan penguatan UMKM nasional.

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 akan mencapai 229,43 juta jiwa.

Sementara itu, data Kementerian Perdagangan menunjukkan jumlah pengguna e-commerce pada 2025 diproyeksikan mencapai 73,06 juta. Angka ini meningkat 11 persen dibandingkan 2024 dan melonjak 89 persen dibandingkan 2020.

Laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat, nilai transaksi e-commerce di Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp192,8 triliun atau setara dengan AS$71 miliar.

Untuk memperkuat promosi daring UMKM dan memungkinkan mereka memanfaatkan potensi ini, pemerintah mengintensifkan upaya melalui workshop literasi digital – bekerja sama dengan berbagai stakeholder terkait.

"Pemasaran digital adalah suatu keharusan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, karena menawarkan keunggulan dibanding pemasaran konvensional," ucap Dirjen UMKM Kemenperin, Reni Yanita.

MEMBACA  Jaksa Menilai Jessica Wongso Memanfaatkan Film Dokumenter Netflix untuk Mendapatkan Simpati Masyarakat

Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga membuka peluang pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam strategi pemasaran.

"AI memungkinkan bisnis untuk mempersonalisasi promosi berdasarkan preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, dan menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat. Dengan begitu, efektivitas pemasaran bisa meningkat signifikan," jelasnya.

Selain itu, Kemenperin terus mengembangkan program e-Smart IKM yang telah berjalan sejak 2017. Hingga saat ini, sebanyak 31.634 UMKM telah berpartisipasi dalam program tersebut melalui berbagai kegiatan literasi digital.

Berita terkait: Teknologi digital dapat tingkatkan daya saing manufaktur: Menteri

Berita terkait: Industri harus manfaatkan teknologi digital untuk efikasi lebih besar

Berita terkait: Indonesia tetapkan aturan untuk penggunaan AI dan teknologi digital di pendidikan

Penerjemah: Ahmad Muzdaffar Fauzan, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar