Tanker Iran Tinggalkan Zona Blokade AS Sebelum Perundingan Akhiri Perang | Eskalasi Perang AS-Israel terhadap Iran

Menjelang penandatanganan MoU dan perundingan lanjutan antara AS dan Iran, TankerTrackers mengonfirmasi bahwa Iran telah mengekspor minyak untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir.

Diterbitkan pada 17 Jun 2026

Beberapa kapal tanker bermuatan minyak Iran telah berhasil menembus garis blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz, menurut laman pelacakan kapal, dua hari sebelum Washington dan Tehran melanjutkan perundingan pasca kesepakatan kerangka kerja untuk mengakhiri perang mereka.

Situs TankerTrackers, yang memonitor pengiriman dan penyimpanan minyak, pada hari Rabu mengidentifikasi “ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan,” dengan mengacu pada data penjejakan digital yang diperkuat citra satelit.

Kisah yang Direkomendasikan

daftar 4 itemakhir daftar

Perundingan tentang penyelesaian final perang—yang dipicu serangan AS-Israel pada 28 Februari—akan dimulai hari Jumat di resor pegunungan Burgenstock, Swiss. Kabar pembukaan kembali Selat Hormuz langsung membuat harga minyak dunia jatuh.

Menurut TankerTrackers, dua kapal tanker milik National Iranian Tanker Company—Diona dan Hero 2—yang mengangkut 3,8 juta barel minyak Iran telah berhasil keluar dari garis blokade pada Selasa, sementara kapal lain bernama Stream sedang berlayar menuju pelabuhan Iran pada Rabu.

Kapal tanker ketiga di bawah NITC, yang mengangkut 1 juta barel minyak mentah Iran, juga dilaporkan berhasil melewati blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada hari yang sama.

Dalam unggahan di X, layanan pelacakan itu mengatakan kapal Sonia I “berhasil keluar dari garis blokade” pukul 01:11 GMT.

Pejabat menyatakan bahwa negosiasi AS-Iran akan dimulai segera setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), berlangsung selama 60 hari, dan bertujuan mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran serta rencana pencabutan sanksi internasional terhadap Tehran.

Seperti dilansir Wall Street Journal pada Selasa—mengutip sumber anonim—AS akan mengizinkan Iran untuk langsung menjual minyak sesaui tandatangan MoU.

MEMBACA  Pemimpin Hezbollah mengancam Israel, menyatakan tidak ada rasa takut akan perang setelah kematian pejabat Hamas teratas.

Keringanan sanksi penjualan minyak akan berlaku serta-merta, mencakup pula layanan perbankan, transportasi, dan asuransi.

Menurut seorang pejabat senior AS yang bicara secara anonim, kesepakatan kerangka sudah ditandatangani secaar elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Deputi Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, serta ketua negosiator Tehran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Tinggalkan komentar