Jakarta (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa 91 warga negara Indonesia telah dipulangkan ke tanah air dalam gelombang terbaru dari Myanmar setelah diselamatkan dari sindikat penipuan online di Myawaddy.
“Repatriasi ini menandai gelombang keempat evakuasi dari wilayah Myawaddy, menyusul gelombang ketiga yang dilaksanakan pada 21–22 Januari 2026,” jelas Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya, mengkonfirmasi kedatangan mereka Jumat pagi.
Pemulangan ini dilakukan setelah koordinasi intensif oleh Kedutaan Besar Indonesia di Yangon dan Bangkok dengan pihak berwajib setempat, catat kementerian.
Kementerian juga berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Sosial, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kepolisian, dan pihak imigrasi untuk tujuan penegakan hukum dan tindakan pencegahan.
Menurut pernyataan kementerian, sebagian WNI yang dipulangkan bersedia bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk melaporkan dan memberikan kesaksian terhadap agen diduga yang mempekerjakan mereka di sindikat penipuan online Myanmar.
Kementerian Luar Negeri juga mengimbau masyarakat, khususnya yang mencari peluang kerja baru di luar negeri, untuk mematuhi prosedur resmi dan menaati peraturan yang berlaku baik di Indonesia maupun saat bekerja di luar negeri.
Dengan kedatangan gelombang keempat ini, total 291 WNI telah diselamatkan dari geng penipuan online di Myanmar dan dipulangkan sejauh ini.
Kementerian mencatat dua gelombang repatriasi pada Desember 2025. Gelombang pertama, terdiri dari 56 WNI, kembali ke Jakarta pada 9 Desember, sementara gelombang kedua, terdiri dari 54 WNI, tiba pada 13 Desember.
Sementara itu, pada gelombang ketiga yang tiba pada 22 Januari 2026, sekitar 90 warga negara Indonesia dipulangkan.
Berita terkait: Indonesia repatriates 54 citizens rescued from Myanmar scam hub
Penerjemah: Cindy Frishanti O, Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026