Indonesia Pertimbangkan Pemotongan Gaji Menteri Sebesar 25 Persen

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia akan mendiskusikan usulan pemotongan gaji menteri dalam hari-hari mendatang sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran, ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Berbicara di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, Teddy mengatakan rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan mendatang.

“Usulan-usulan ini akan didiskusikan dalam beberapa hari ke depan,” katanya, menekankan bahwa belum ada keputusan yang dibuat.

“Kita lihat saja. Belum ada keputusan final,” tambahnya, sambil menyuruh wartawan untuk bertanya pada pihak yang pertama kali mengangkat ide tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyatakan dukungannya untuk usulan itu, meski ia mengatakan keputusan akhir ada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tidak tahu tentang gaji anggota DPR, tapi saya setuju dengan pemotongan gaji menteri,” ujarnya di Jakarta pada Senin.

Dia memperkirakan pemotongan yang diusulkan bisa mencapai sekitar 25 persen.

Sebelumnya, Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan akan langsung menetapkan persentase pemotongan anggaran untuk kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi belanja.

Dia mengatakan rencana awalnya untuk membiarkan instansi memutuskan pemotongan sendiri dibatalkan karena kekhawatiran atas efektivitasnya.

“Saya yang akan tentukan persentasenya, dan setiap instansi akan menyesuaikan,” ujarnya pada 19 Maret.

Dia menambahkan bahwa kebijakan itu akan menargetkan pengeluaran yang tidak penting, termasuk rapat-rapat yang tidak perlu dan program yang dampaknya kecil.

Pemerintah juga mempertimbangkan untuk memperluas gerakan efisiensi ke gaji menteri dan wakil menteri.

“Saya dukung ide itu. Itu bagus,” katanya.

Berita terkait: Pelajar Indonesia didorong jalan kaki dan bersepeda untuk dukung efisiensi energi

Berita terkait: Efisiensi hemat Rp308 triliun, cegah pemborosan anggaran: Prabowo

Penerjemah: Fathur Rochman, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Tanpa Kesepakatan Perdagangan dengan AS, Satu Juta Pekerja Sektor Padat Karya di RI Terancam (Tipografi yang rapi dan profesional, dengan penekanan pada dampak serius terhadap tenaga kerja lokal.)

Tinggalkan komentar