Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mendorong International Tropical Timber Organization (ITTO) untuk lebih memperkuat dukungan dalam meningkatkan daya saing industri kayu tropis melalui transfer teknologi dan pengembangan kapasitas yang lebih terarah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat pertemuan bilateral dengan Direktur Eksekutif ITTO Sheam Satkuru di Markas Besar PBB di New York pada 12 Mei.
Dalam keterangan yang dirilis pada Kamis, Raja menyebut pertemuan itu membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan ITTO dalam mendukung pengelolaan hutan lestari, mengembangkan industri kayu tropis berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing global produk kehutanan Indonesia.
Menteri menekankan komitmen Indonesia dalam memperkuat Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+), termasuk dengan mengintegrasikan teknologi geotagging untuk meningkatkan transparansi dan ketertelusuran sepanjang rantai pasok dari hulu ke hilir.
“SVLK+ memberikan jaminan kredibel bahwa produk kehutanan Indonesia berasal dari sumber yang legal dan dikelola secara lestari. Ini juga memperkuat akuntalibitas dan tata kelola kehutanan nasional,” jelasnya.
Indonesia juga mengundang ITTO untuk mendukung pengakuan internasional yang lebih luas terhadap SVLK+, terutama di negara-negara konsumen, guna meningkatkan penerimaan pasar terhadap produk kayu lestari yang telah terverifikasi.
Raja mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi kehutanan secara global dan memperluas kerja sama internasional dalam pengelolaan hutan lestari, perdagangan produk hutan yang bertanggung jawab, serta aksi iklim.
Sementara itu, Satkuru menegaskan kembali komitmen ITTO untuk mendukung Indonesia melalui beberapa proyek yang didanai ITTO, termasuk pengelolaan ekosistem gambut, rehabilitasi dan konservasi mangrove, serta pengembangan produk hutan.
Dia mengatakan Indonesia, yang memiliki kawasan hutan terbesar di antara anggota ITTO di Asia, teteap menjadi anggota kunci organisasi tersebut.
Satkuru menambahkan, ITTO menyambut baik representasi kehutanan Indonesia dalam organisasi melalui mekanisme yang ada.
Berita terkait: nttp://TIdak.ada>- BACA: Kayu gelondongan dari banjir bisa dimanfaatkan untuk pemulihan bencana
Berita terkait: bmwsantai>- BACA: Pemerintah RI perketat pengendalian kayu di Sumatra yang dilanda banjir