Indonesia dan Filipina Perkuat Hubungan Ekonomi dan Keamanan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Filipina sepakat untuk perkuat kerjasama bilateral di sektor-sektor penting, termasuk bidang ekonomi, politik, dan keamanan, serta isu-isu internasional.

“Dalam hal kerjasama ekonomi, kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi, termasuk penyelesaian mata uang lokal dan sistem pembayaran QR yang lebih kuat,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dalam konperensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Jakarta, Kamis.

Indonesia dan Filipina juga akan meningkatkan konektivitas antar kota perbatasan, seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos.

Sugiono mengatakan Indonesia menyambut baik kemajuan dalam kemitraan mineral kritis, termasuk Aliansi Nikel, untuk membangun rantai pasokan global yang tangguh.

Di sektir politik dan keamanan, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama maritim, meningkatkan manajemen perbatasan, dan mempercepat diskusi tentang delimitasi landas kontinen sesuai dengan hukum internasional.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerjasama industri pertahanan, termasuk melalui pengadaan alat pertahanan buatan Indonesia. Dalam hal konsuler, kami menyambut perkembangan dalam penyelesaian masalah yang melibatkan warga keturunan Indonesia dan Filipina,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedua negara saling bertukar pandangan mengenai isu regional dan global, serta menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan melalui penghormatan penuh terhadap hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS).

Kedua belah pihak juga menekankan pentingna proses politik yang inklusif di Myanmar untuk mendukung perdamaian jangka panjang, stabilitas regional, dan bantuan kemanusiaan.

Mengenai situasi di Timur Tengah, kedua negara percaya bahwa gencatan senjata saat ini merupakan langkah penting untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

Sugiono menekankan bahwa stabilitas di wilayah Teluk sangat penting, karena gangguan apa pun akan mempengaruhi keamanan, energi, rantai pasokan, dan perlu ketahanan ekonomi di ASEAN dan Asia.

MEMBACA  Upaya Pemberantasan Narkoba di Lapas Terungkap dari Kasus Ammar Zoni

“Pada saat yang sama, kami yakin perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah tidak bisa tercapai tanpa keadilan untuk Palestina, dan kami berduapercaya Solusi Dua Negara adalah satu-satunya solusi,” katanya.

Tinggalkan komentar