Kamis, 9 April 2026 – 13:20 WIB
Jakarta, VIVA – Krisis energi global yang makin panas karena konflik geopolitik, sekarang berdampak keras ke negara berkembang. Kali ini, India yang merasakan tekanan besar karena pasokan liquefied petroleum gas (LPG) yang terganggu. Padahal, LPG selama ini jadi andalan jutaan rumah tangga di sana.
Gangguan pasokan ini dipicu terhentinya distribusi energi lewat Selat Hormuz setelah perang di Timur Tengah pecah. Dampaknya langsung terasa, dengan munculnya antrian panjang warga yang ingin mendapatkan tabung gas.
Sebagai pembeli LPG terbesar kedua di dunia, India sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah. Jadi, ketika jalur distribusi bermasalah, krisis pun tak bisa dihindari.
Dalam situasi sulit ini, berbagai kelompok industri mulai mendorong pemerintah India buat pertimbangkan alternatif bahan bakar yang lebih murah dan berkelanjutan. Salah satunya adalah kompor berbasis etanol.
Organisasi seperti Indian Sugar & Bio-Energy Manufacturers Association (ISMA), Federation of Indian Petroleum Industry (FIPI), dan Grain Ethanol Manufacturers Association (GEMA) aktif kampanyekan penggunaan etanol untuk bahan bakar memasak, baik di rumah tangga maupun sektor komersial.
Mengutip laporan International Institute for Sustainable Development, penggunaan etanol dan biogas berpotensi menghemat subsidi LPG India hingga US$25 miliar atau setara Rp425 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
"Memasak pakai etanol ini bukan cuma soal ganti-ganti LPG saja," begitu dikutip dari laporan Khaleej Times, Kamis (9/4).
Direktur hilir FIPI, R.S. Ravi, ungkapkan bahwa beberapa lembaga seperti LPG Equipment Research Centre dan berbagai Indian Institutes of Technology (IIT) sedang kembangkan kompor etanol yang lebih efisien dan kompatibel.
Dia dorong pelaku industri untuk segera bangun rantai pasok etanol yang kuat. Termasuk kerja sama dengan produsen kompor agar teknologi ini bisa cepat diadopsi masyarakat.
Sementara itu, GEMA juga minta pemerintah India untuk segera luncurkan proyek percontohan. Tujuannya untuk uji efektivitas kompor etanol, baik di rumah tangga maupun dapur restoran atau usaha.
Krisis LPG yang berlarut-larut bahkan sudah paksa sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) hentikan operasinya karena kesulitan dapatkan bahan bakar.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, para ahli ingatkan bahwa etanol tidak bisa sepenuhnya gantikan LPG. Saat ini, sebagian besar produksi etanol masih dipakai untuk campuran bahan bakar kendaraan (biofuel).