DPR Tak Keberatan Penderita TBC Terima MBG, Namun Anggarannya Bersumber dari Kemenkes

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, angkat bicara soal usulan Menteri Kesehatan (Menkes) agar pasien tuberkulosis (TBC) bisa dapet Makan Bergioti Gratis (MBG).

Lalu bilang, pihaknya ga masalah sama usulan Menkes itu. Cuma, dia ngingetin biar anggaran MBG buat penderita TBC jangan diambil dari anggaran pendidikan.

"Selagi anggarannya ada di Kementerian Kesehatan, silahkan aja. Tapi sekali lagi, buat penderita TBC, jangan anggarannya diambil dari pos pendidikan," kata Lalu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026.

Dia nerangin kalo mayoritas penerima MBG itu siswa sekolah. Jadi, anggaran pendidikan harus dipake buat kepentingan siswa. "Yang boleh diambil dari anggaran pendidikan ya yang manfaatnya dirasain sama siswa-siswi," ungkapnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin ngusulin biar penderita TBC masuk daftar penerima program MBG. Budi cerita, dia sempet ditanya Kepala BGN Nanik S Deyang soal prioritas yang wajib dapet MBG. Trus, dia ngusulin empat gologan.

"Aku bilang, ada empat sebenernya yang dari sisi kesehatan rawan masalah kurang gizi," kata Budi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026. "Pertama ibu hamil, kedua ibu menyusui, ketiga balita, terus keempat orang yang kena TBC."

Dia jelasin, berdasarkan riset di jurnal internasional, cara ini udah diterapin di India sama China. "Pasien TBC kan diobati enam sampe dua belas bulan, kondisi fisik nya lemah," ujar Budi. Dengan asupan gizi cukup, bisa bantu kuatkan daya tahan tubuh dan percepat penyembuhan. "Ini nyelamatin nyawa, soalnya TBC tuh mematikan. Setahun 126 ribuan, jadi setiap 5 menit ada dua yang meninggal karna TBC di Indonesia," bebernya.

MEMBACA  Pembukaan yang Diam dari Fall Guy dan Phantom Menace Menandai Awal Musim Panas

Tinggalkan komentar