BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan: Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

Senin, 11 Mei 2026 – 16:37 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah meningkatnya kesadaran global soal pentingnya transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif, pembiayaan berkelanjutan jadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ramah lingkungan sambil memperkuat ketahanan sosial.

Selaras dengan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus perkuat perannya lewat penyaluran kredit yang fokus pada keberlanjutan, termasuk pembiayaan UMKM dan dukungan ke sektor ramah lingkungan di berbagai daerah.

Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta (30/04), Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K. mengungkapkan bahwa prinsip ESG udah jadi identitas yang terintegrasi dalam model bisnis perusahaan. Aspek keberlanjutan dijadikan pilar utama untuk menciptakan nilai jangka panjang, dan pemberdayaan ekonomi rakyat serta pelestarian lingkunga sudah jadi bagian dari strategi pertumbuhan BRI.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau Social Loan sebesar Rp718,8 triliun, yang setara dengan 53% dari total pinjaman BRI. Portofolio ini difokuskan ke pembiayaan UMKM untuk mempercepat inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, porsi Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau Green Loan mencapai Rp96,6 triliun atau 7,1% dari total pinjaman. Dana ini disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, dan sektor lainnya untuk dukung ekonomi rendah karbon.

Optimalisasi dari sisi aset diimbangi juga dengan penguatan struktur liabilitas lewat pengembangan Sustainable Wholesale Funding, yang hingga akhir Triwulan I 2026 mencapai Rp39,3 triliun, atau 78,2% dari total Wholesale Funding BRI.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini nunjukin kalo keberlanjutan di BRI bukan cuma soal patuh regulasi, tapi udah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan,” kata Viviana. (LAN)

MEMBACA  Menteri Perdagangan Dorong Koperasi Desa untuk Distribusi Pangan

Tinggalkan komentar