Batuk dan Sesak Napas Tak Boleh Diremehkan, Ini Risiko pada Dewasa dan Lansia

Kamis, 30 April 2026 – 18:35 WIB

Jakarta, VIVA — Batuk, flu, atau sesak napas sering dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh sendiri. Tapi pada orang dewasa, terutama lansia dan mereka yang punya penyakit penyerta, gangguan pernapasan bisa berkembang jadi kondisi serius yang mempengaruhi kualitas hidup hingga kemandirian sehari-hari.

Peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang jatuh setiap akhir April kembali mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya penting buat anak-anak. Orang dewasa juga harus lebih perhatian terhadap risiko penyakit pernapasan seperti influenza, COVID-19, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan penyakit pneumokokus. Yuk, scroll untuk tahu lebih lanjut!

Masalah ini makin relevan di Indonesia yang sekarang mulai memasuki fase penuaan populasi. Jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat, padahal kelompok ini termasuk yang paling rentan kena komplikasi akibat infeksi pernapasan.

Selain faktor usia, risiko juga lebih tinggi pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, penyakit janntung, atau gangguan paru kronis. Saat infeksi datang, dampaknya gak cuma sakit sementara, tapi bisa mengganggu mobilitas, aktivitas kerja, sampai kemapuan merawat diri sendiri.

Menurut Deborah Seifert, Cluster Lead Pfizer untuk Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina, masih banyak orang dewasa yang peduli sama kesehatan tapi menunda langkah pencegahan.

"Di keempat pasar kami, kami melihat adanya kesenjangan yang jelas antara apa yang diharapkan orang dewasa untuk kesehatan mereka dan langkah yang mereka ambil untuk menjaganya. Banyak orang dewasa sangat peduli untuk tetap sehat, namun percakapan mengenai kesehatan pernapasan sering kali ditunda hingga terasa mendesak," ujar Deborah dalam keterangannya, dikutip Kamis 30 April 2026.

"For the Reasons that Matter dihadirkan untuk membuat percakapan ini lebih relevan, lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mendorong tindakan nyata. Kampanye ini bertujuan membantu orang dewasa tetap sehat, dengan tenaga kesehatan memainkan peran penting dalam membimbing percakapan tersebut," sambungnya.

MEMBACA  Tiga Kali Tidak Salat Jumat, Apakah Menjadi Kafir? Simak Penjelasan Lengkap Buya Yahya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan penyakit pernapasan di Indonesia juga dipengaruhi pola musim, jadi kewaspadaan penting ditingkatkan terutama saa musim hujan.

"Halaman Selanjutnya"

"Data mengenai musim hujan di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit pernapasan seperti infeksi RSV dan influenza di sini bukanlah sesuatu yang terjadi secara acak. Penyakit ini bersifat musiman dan bisa diprediksi. Bagi orang dewasa dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, atau kondisi kronis lainnya, infeksi pneumonia bisa benar-benar jadi risiko serius yang berakhir dengan kematian," bebernya.

Tinggalkan komentar