Bantuan Bencana Harus Transparan, Bebas dari Kepentingan Tertentu: Prabowo

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia memperbolehkan partisipasi luas dalam pemberian bantuan bencana di Sumatera, melalui mekanisme yang transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.

Dalam rapat terbatas mengenai progres pembangunan 600 rumah pada Kamis, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa semua sumbangan dari masyarakat, komunitas, dan diaspora harus diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah untuk dikelola dan didistribusikan dengan tepat.

“Kita tidak bisa menolak bantuan dari pihak-pihak yang mau membantu. Asalkan bantuannya jelas, seperti yang saya sampaikan sebelumnya kepada yang mau menyumbang, silahkan. Tolong buat surat yang menyatakan, ‘Saya menyumbang ini, dan kami akan melaporkan ke pemerintah pusat.’ Kami akan menyalurkan jika memang mereka membantu,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa diperlukan mekanisme formal untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat terdampak dan tidak menimbulkan masalah kemudian.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya mencegah penyaluran bantuan menimbulkan masalah akibat prosedur yang tidak jelas.

Dia mencontohkan bantuan, yang bisa datang dari berbagai pihak, termasuk diaspora Aceh, Minang, dan Batak, serta masyarakat Indonesia lainnya di luar negeri yang bersedia membantu.

Prabowo menyampaikan, semua bantuan seperti itu akan difasilitasi melalui skema yang disepakati bersama oleh pemerintah pusat dan daerah. Jika memungkinkan, bisa juga dibuka rekening khusus untuk bantuan pascabencana, sehingga masyarakat dapat menyalurkan bantuan langsung di bawah pengawasan.

Namun, dia mengingatkan bahwa semua bantuan harus diberikan dengan tulus dan sepenuh hati, tanpa ada kepentingan atau tuntutan tersembunyi.

“Kami tidak menolak bantuan, tapi mekanisme dan prosedurnya harus jelas, dan harus dilakukan dengan ikhlas. Karena kami pernah mengalaminya, ketika menerima bantuan, selalu ada yang menuntut kembali,” tambahnya.

Presiden saat ini berada di Aceh untuk meninjau struktur dan fasilitas kompleks perumahan yang dikembangkan oleh BPI Danantara, yang dikenal sebagai Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.

MEMBACA  TV 4K 65 inci gratis dari Samsung adalah penawaran favorit kami tahun 2024. Begini cara mendapatkannya

Kompleks perumahan ini dibangun untuk menampung warga yang terdampak longsor dan banjir bandang di wilayah tersebut pada akhir November tahun lalu.

Berita terkait: Prabowo mendorong koordinasi untuk bantuan perumahan Danantara di Sumatera

Berita terkait: Prabowo berencana mengunjungi daerah-daerah terdampak bencana besar di Sumatera

Berita terkait: Menteri Pertahanan tinjau pos kesehatan militer di Tapanuli Selatan

Penerjemah: Maria Cicilia, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar