Jakarta (ANTARA) – Perwakilan dan regulator keamanan pangan dari negara-negara anggota APEC semakin memperkuat kerja sama untuk mengurangi risiko keamanan pangan dan hambatan perdagangan melalui harmonisasi standar.
Penguatan kerja sama ini berlangsung dalam pertemuan Forum Kerja Sama Keamanan Pangan di Shanghai pada Selasa, menurut pernyatayan APEC yang dirilis Kamis.
“Keamanan pangan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, dan standar serta penilaian kesesuaian adalah infrastruktur tak terlihat yang memungkinkan keamanan ini serta membangun kepercayaan konsumen lintas batas,” kata Li Pengcheng, Ketua Sub-Komite Standar dan Kesesuaian APEC.
Ia menyoroti peran alat digital, termasuk sistem verifikasi sertifikat elektronik, dalam memperlancar perdagangan pangan.
Ia juga mendesak negara-negara anggota untuk menerapkan praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam sistem keamanan pangan mereka demi manfaat bagi produsen, pedagang, dan konsumen di seluruh kawasan.
Membuka forum, Wakil Menteri Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, Wang Jun, menekankan pentingnya kerja sama keamanan pangan sebagai landasan kesejahteraan masyarakat dan pilar perdagangan internasional.
Wakil Menteri Wang mendorong negara-negara untuk menggunakan teknologi dan inovasi baru sambil menyelaraskan standar keamanan pangan serta kerangka pengakuan timbal balik agar perdagangan lebih lancar dan pangan lebih aman bagi semua.
Ia menambahkan bahwa hal ini hanya dapat dicapai melalui pendekatan regional yang bersama terhadap keamanan pangan.
Hampir setengah dari populasi dunia tinggal di kawasan Asia-Pasifik, menjadikannya pusat global penting untuk produksi, pemrosesan, dan perdagangan pangan. Melalui kolaborasi yang konsisten, APEC kini memimpin dalam inovasi keamanan pangan.
Dari formulasi berbasis tanaman dan daging hasil kultur sel hingga produk fermentasi presisi dan bahan baru, inovasi pangan semakin cepat, mendorong kebutuhan mendesak akan peraturan yang tangkas dan berbasis ilmiah untuk mengurangi risiko pangan yang terus berkembang.
Dalam berbagai sesi, peserta sepakat tentang perlunya kolaborasi regional yang lebih kuat, mengidentifikasi sistem respons cepat untuk wabah bawaan pangan, batas pestisida yang diselaraskan dalam pangan, serta standar pangan ramah lansia sebagai area kunci untuk aksi bersama.
Wawasan dari delegasi internasional, termasuk perwakilan FAO dan Komisi Codex Alimentarius, menekankan sifat rantai pasokan pangan yang semakin terhubung dan kompleks, di mana satu insiden keamanan pangan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh kawasan.
“Keamanan pangan selalu menjadi isu penting yang menjadi perhatian bersama di seluruh Asia-Pasifik,” kata Li Jinsong, Ketua Forum Kerja Sama Keamanan Pangan APEC.
“Hal ini sangat penting za bagi kesehatan dan kesejahteraan komunitas dan bisnis APEC, dan menjadi pondasi untuk ketahanan perdagangan regional kita”