Ancaman Hantavirus pada Penderita Jantung: Dokter Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 15 Mei 2026 – 06:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus infeksi hantavirus kembali menjadi sorotan setelah kalangan medis mengingatkan adanya risiko komplikasi yang lebih tinggi pada pasien dengan penyakit penyerta, khususnya gangguan jantung. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena infeksi dapat memperburuk kesehatan pasien yang sebelumnya sudah memiliki masalah pada sistem kardiovaskular.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp. J.P, Subsp. Ar (K), FIHA menjelaskan bahwa penderita penyakit jantung termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi serius saat terinfeksi penyakit tertentu, termasuk hantavirus. Scroll lebih lanjut yuk!

“Kalau pasien memiliki penyakit jantung sebagai baseline, maka kondisi tersebut bisa menjadi komorbid yang memperberat infeksi. Risiko komplikasinya tentu lebih tinggi dibanding orang tanpa penyakit jantung,” ujar dr. Dony, dalam diskusi media di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menuturkan bahwa hingga saat ini kajian ilmiah mengenai pengaruh langsung hantavirus terhadap gangguan irama jantung maupun gagal jantung masih terus diteliti. Meski demikian, pasien dengan riwayat masalah jantung tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena infeksi dapat memengaruhi sistem pernapasan dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh.

Menurut dr. Dony, kondisi tersebut berpotensi memperburuk keadaan pasien yang sebelumnya sudah mengalami gangguan pada fungsi jantung atau saturasi oksigen. Karena itu, pasien dengan penyakit jantung bawaan, aritmia, maupun gangguan lain yang berkaitan dengan oksigenasi tubuh perlu lebih berhati-hati.

“Pada pasien yang memang sudah memiliki masalah jantung, terutama yang kadar oksigennya tidak optimal, infeksi dapat menjadi lebih berat. Bukan hanya hantavirus, tetapi berbagai infeksi lain juga perlu diwaspadai,” katanya.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran hewan pengerat seperti tikus. Infeksi ini biasanya diawali dengan gejala menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

MEMBACA  Kang Busar Meminta Ormas Manggala dan Sundawani untuk Menjaga Kondusivitas Kota BandungTranslate to Indonesian: Kang Busar Meminta Ormas Manggala dan Sundawani untuk Menjaga Kondusivitas Kota Bandung

Selain memperhatikan risiko infeksi, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Halaman Selanjutnya
Dokter spesialis neurologi dr. Andre, Sp. N menekankan bahwa pengendalian faktor risiko kesehatan menjadi langkah penting untuk menurunkan kemungkinan komplikasi berat.

Tinggalkan komentar