AI Membuat Samsung Meroket

Kamis, 7 Mei 2026 – 13:07 WIB

Jakarta, VIVA – Samsung Electronics Co. mencatat valuasi pasar sebesar US$1 triliun atau setara Rp17.386 triliun. Pendapatan ini membuatnya jadi perusahaan Asia kedua yang sukses masuk ke kelompok elit raksasa teknologi bernilai triliunan dolar AS.

Sementara itu, raksasa chip dari Taiwan, TSMC, adalah perusahaan Asia pertama yang berhasil menembus batas kapitalisasi pasar US$1 triiliun pada 26 Februari 2026.

Mengutip The Edge Singapore, Kamis, 7 Mei 2026, melonjaknya valuasi Samsung disebabkan permintaan tinggi untuk chip yang dipake dalam kecerdasan buatan atau AI.

Laba operasional Samsung meningkat tajam 756,1 persen dari tahun sebelumnya, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 57,23 triliun Won pada periode Januari-Maret 2026. Pendapatan mereka ikut naik 69,2 persen ke rekor baru 133,87 triliun Won, dan laba bersih melejit 474,3 persen jadi 47,23 triliun Won.

Divisi pembuatan chip Samsung mencatat laba operasional 53,7 triliun Won dengan pendapatan 81,7 triliun Won di kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Penjualan chip memori high bandwidth (HBM) mendongkrak profitabilitas Samsung.

Namun, perusahaan masih menghadapi persaingan ketat di pasar HBM setelah kehilangan keunggulan awalnya dari pesaing, SK Hynix. Samsung terus berupaya mempersempit ketertinggalan dari SK Hynix di sektor chip memori AI yang berkembang cepat.

Pada Februari lalu, Samsung bilang kalau mereka adalah yang pertama di dunia memulai produksi massal chip HBM4 dan mulai mengirimkannya ke beberapa pelanggan yang identitasnya tidak mau disebut. HBM4 merupakan generasi keenam sekaligus terbaru dari teknologi memori high bandwidth. Chip ini diharapkan mainkan peran kunci di arsitektur AI Vera Rubin milik Nvidia yang bakal datang.

MEMBACA  Menteri Berjanja Tingkatkan Keamanan Anak Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara

Seuta tantangan jdua jugaa menghadapi Samsung. Pertumbuhan pendapatan dari unit chip bertolak belakang dengan penurunan operasi smartphone dan layar Samsung, yang harus bersaing dengan kenaikan harga material dan komponan. Keuntungan dari booming AI juga membuat karyawan Samsung yanuntu menuntut bagian lebih besar, dan para pekerja menogak atang a melakukan pemogokan selama 18 hari pada akhir bulan ini.

Tinggalkan komentar