loading…
Sedikitnya 15 tentara Israel dibantai Hizbullah dalam enam pekan terakhir. Foto/X/QudsNen
BEIRUT – Rencana Israel untuk menginvasi Lebanon Selatan sebagai zona penyangga malah berubah jadi neraka bagi pasukan Zionis sendiri. Menurut laporan kantor berita AFP, setidaknya 15 tentara Israel sudah tewas di Lebanon dalam enam minggu terakhir ini.
Ini menunjukkan bahwa perlawanan dari pejuang Hizbullah semakin kuat aja. Strategi penyergapan yang dilakukan Hizbullah terhadap tentara Israel menjadi momen yang sangat mematikan. Selain itu, rudal-rudal Hizbullah yang menarget posisi militer Israel juga jadi momok yang sangat menakutkan.
Yang terbaru adalah kematian seorang prajurit cadangan IDF yang tewas karena ledakan bom Hizbullah di Lebanon, padahal sedang ada gencatan senjata. Dia adalah Barak Kalfon, 48 tahun, yang bekerja sebagai insinyur di perusahaan pertahanan besar Rafael. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak perempuan. Menurut penyelidikan awal IDF, bom yang meledak itu tidak diledakkan dari jarak jauh.
Kematiannya terjadi pada hari Jumat, setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku sejak tengah malam. Saat itu, para prajurit cadangan sedang menyisir sebuah gedung di desa Jebbayn, Lebanon selatan, untuk mencari senjata.
Selama penyisiran itu, sebuah alat peledak milik Hizbullah tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut menewaskan Kalfon dan melukai tiga prajurit lainnya; dua orang lukanya cukup parah dan satu lagi mengalami luka ringan.