〰️ ⚡ Tak Ada yang Ingat Skor Nol-Nol, Semua Hanya Ingat Persib Hattrick Juara! 〰️

Minggu, 24 Mei 2026 – 01:28 WIB

VIVA – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan kalau hasil imbang tanpa gol lawan Persijap Jepara gak akan diinget publik setelah timnya pastiin gelar juara Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Sabtu 23 Mei 2026.

Menurut Bojan Hodak, yang paling bakal dikenang itu adalah keberhasilan Persib raih gelar juara ketiga secara berturut-turut.

Persib nutup musim dengan skor 0-0 di depan sekitar 30 ribu Bobotoh. Walaupun gagal cetak gol selama pertandingan, hasil itu tetep cukup bawa Maung Bandung keluar sebagai kampiun musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak dan Eliano Reijnders

“Skornya 0-0, kami punya peluang dan kami jadi juara,” kata Bojan Hodak setelah pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu ngaku hal pertama yang dipikirinnya setelah mastiin gelar juara adalah pengen cepet istirahat setelah lewatin musim yang panjang dan berat.

“Gak akan ada yang inget pertandingan, gak akan ada yang inget pertandingan lainnya, semuanya cuma bakal inget ini (momen juara). Cuma itu aja,” ujar Bojan.

Gelar musim ini jadi pencapaian spesial bagi Persib karena diraih di tengah banyak perubahan di skuad. Bojan bilang timnya melakukan pergantian besar dengan datengin banyak pemain baru dibanding dua musim sebelumnya.

“Musim ini jadi lebih susah dari musim lalu karena kami lumayan banyak ngubah pemain. Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya pada dasarnya kami punya tim yang sama,” katanya.

Meski berhasil jadi juara tiga musim beruntun, Bojan masih nge-anggep faktor hoki ikut main dalam perjalanan Persib musim ini.

“Ada banyak hoki. Jadi mungkin ada banyak hoki,” ucapnya.

MEMBACA  UE dan AS Umumkan Kesepakatan Dagang: Hal yang Perlu Diketahui | Berita Bisnis dan Ekonomi

Bojan juga nyorotin ketatnya saingan di Super League musim ini. Menurut dia, kualitas kompetisi naik karena setiap tim sekarang diperkuat tujuh pemain asing di lapangan dan pemain lokal yang kualitasnya lebih rata.

Dia bahkan nge-anggep raihan poin tinggi milik Borneo FC yang gagal jadi juara nunjukin kerasnya persaingan musim ini.

“Ini agak anomali ketika ada tim dapet 79 poin tapi gak bisa jadi juara,” kata Bojan.

Halaman Selanjutnya

Borneo harus puas finis di peringkat kedua karena kalah head to head sama Perib.

Tinggalkan komentar