Temui Pelatih Ejaan Seumur Hidup asal Amerika Serikat yang Berusia 32 Tahun — Tarifnya Capai $180 Per Jam

Waktu Dev Shah menang Scripps National Spelling Bee di tahun 2023 dan Faizan Zaki juara tahun lalu, mereka berpose dengan foto yang hampir sama di panggung yang penuh confetti. Di samping mereka, sambil senyum lebar, ada seorang pria pakai kacamata dan baju aloha, sambil megang bukunya “Words of Wisdom.”

Buat Scott Remer, yang jadi pelatih juara-juara spelling bee itu, berpose buat foto bukan cuma soal perayaan. Ini adalah kebutuhan bisnis.

Meskipun hampir setiap juara National Spelling Bee dalam 15 tahu terakhir kerja sama pelatih, Remer yang umurnya 32 tahun ini adalah satu-satunya tutor full-time di Amerika buat peserta elite. Kebanyakan pelatih lain bekas peserta yang masih kuliah atau bahkan SMA.

Waktu 247 peserta di bee tahun ini — yang mulai Selasa dan selesai Kamis di Washington — dikurangi jadi sekitar 10 finalis, hampir pasti kelompok itu bakal termasuk beberapa murid Remer.

“Dia mungkin salah satu orang paling berpengaruh di dunia spelling dalam 10 tahun terakhir,” kata Shah, yang sekarang umur 17 tahun.

Remer udah melatih lima juara nasional, dan sejak bee mulai normal lagi setelah pandemi 2020 dan ’21, dia ningkatin profesi pelatih ini. Dia ngaku punya 34 murid tahun ini dan kerja sama paling tidak 29 murid di setiap bee selama empat tahun terakhir.

Dia ngisi lebih mahal dari pelatih lain: sampai $180 buat les privat satu jam. Kalau muridnya masuk 10 besar dan dapet hadiah uang, dia dapet sampai 10% dari kemenangan mereka, yang dia sebut “bonus berdasarkan kinerja.”

Banyak peserta dan keluarga mereka piker Remer worth it — meskipun, atau mungkin karena kepribadiannya yang keras waktu ngeles.

MEMBACA  Erste Group Inisiasi Saham Kroger dengan Rekomendasi Beli, Proyeksi Pertumbuhan Laba Menguat

Selalu serius dan ramah soal topik spelling, Remer bilang melatih adalah gairah yang tumbuh dari hasil mengecewakannya di posisi keempat tahun 2008, tahun terakhirnya jadi peserta. Dia bilang dia termotivasi buat berbagi ilmu, bantu anak-anak capai potensi mereka, dan tantangan nemuin kata-kata buat spelling bee.

“Ini sebenernya soal cinta bahasa dan cinta kompetisi. Salah satu bagiannya adalah setelah kamu disengat oleh bee, kayaknya gak ada jalan balik,” kata Remer. “Saya gak bakal nyangkal kalo ini bayarannya bagus, karena memang iya. Tapi saya gak tau apa ada yang salah dengan itu.”

Dua juara terakhir yang dilatihnya bilang dia penting banget buat kemenangan mereka.

“Walaupun les nya lebih mahal, pastinya worth it,” kata Faizan. “Saya liat hasilnya.”

Ayah Faizan, Zaki Anwar, bilang dia nego harga discon $120 per jam buat jasa Remer karena Faizan udah peserta yang hebat. Remer dapet 7% dari hadiah juara sebesar $52.500
—bonus $3.675.

“Setelah menang, itu gak masalah” kata Anwar.

Mahal dan demanding, Remer bukan buat semua orang

Remer ngelatih murid-muridnya soal akar kata, pola bahasa, dan pengecualian pola-pola itu. Dia mau menanamkan pemahaman mendalam tentang bahasa, yang bakal bantu peserta nebak kata meskipun mereka belom pernah liat atau denger sebelumnya, kayak yang Dilakukan Shah dengan kata “rommack” di 2023.

Tapi harga Remer, dan gaya melatihnya, bikin beberapa peserta cari tempat ngeles lain.

“Saya merasa ini terlalu mahal,” kata Navneeth Murali, mahasiswa University of Pennsylvania yang ikut bertanding sampe 2020 dan sekarang ngelatih peserta spelling bee, dengan tarif sekitar $50 per jam bulan. “Ini bukan pilihan realistis bukit saya.”

MEMBACA  Amal memuat bantuan makanan ke kapal tongkang di Siprus menuju Gaza Oleh Reuters

Grace Walters, yang ngelatih juara 2022 Harini Logan, ngisi $75 per jam. Dia dan Murali ambil beberapa murid aja seterunnya.

“saya lebih ke kualitas daripada kuantitas. Penting banget buat saya untuk kenal setiap murid sebagai orang utuh, bukan cuma sebagai pengeja, dan buat kurikulum yang cocok sama mereka,” kata Walters, mahasiswa pascasarjana bidang linguistik di University of Kentucky. “Tapi saya harus ngasih penghargaan: Kalau semua orang ngelakuin kayak saya, pasti gaka cukup pelatih buat semua peserta.”

Sree Vidya Silivri dulu ngeles sama Remer sebelum finish di posisi 60 di deret304, tapi dia ngerasa less cocok sama metode Remer, kata bundanya, ummm ayahnya yang gw tur bener lupa namanya

Tinggalkan komentar