Sebuah keluarga asal Inggris yang sedang berlibur di Bedar menggambarkan pengalaman “menakutkan” saat melarikan diri dari kebakaran hutan paling mematikan di Spanyol. Menurut pihak berwenang Spanyol, sebanyak dua belas orang di desa tersebut tewas, termasuk empat warga Inggris. Dua puluh tiga orang lainnya masih belum ditemukan.
Lucinda Curtois, yang tiba di Spanyol bersama pasangannya Riyaz Cheytan dan anak-anak remaja mereka pada hari Kamis, mengaku tidak menyangka akan “berhadapan langsung dengan tembok api.” Belakangan mereka mengetahui bahwa beberapa teman dekat keluarga turut menjadi korban jiwa.
“Mereja meninggalkan rumah dengan berjalan kaki, saya tidak tahu kenapa,” ujarnya. “Saya hanya bisa menduga jalan mereka terputus karena rumah mereka berada di pedesaaan.”