Review Dyson Hushjet Mini Cool: Kipas Portabel Rp1,6 Juta, Apakah Sebanding?

Cuaca panas banget. Aku sudah mengalami dua gelombang panas parah musim panas ini: pertama di London, lalu di kampung halamanku, Chicago. Pas banget waktunya untuk mencoba kipas portable baru Dyson HushJet Mini Cool.

Dyson meluncurkan kipas portable tanpa baling-baling pertama mereka pada bulan April. Mereka bilang kipas ini lebih kuat dan lebih bagus desainnya dibanding kipas genggam murahan yang dijual sekitar $10 di Amazon, Shein, Temu, atau TikTok Shop. Harganya memang tidak murah, seperti barang Dyson lainnya, yaitu $99.99. Tapi masih lebih murah daripada Shark ChillPill seharga $149.99, kipas premium lain yang muncul lebih dulu. (Persaingan Shark vs. Dyson masih berlanjut.)

Rekanku, Samantha Mangino, sudah pernah mereview ChillPill dan cukup suka, tapi akhirnya dia bilang tidak worth it kalau beli harga penuh. Setelah berbulan-bulan testing, aku juga punya kesimpulan untuk HushJet Mini Cool.

Desainnya sangat ringan… dan mirip lintah laut

HushJet Mini Cool punya bodi tabung yang menyembunyikan motor DC tanpa sikat. Udara disedot dari lubang kecil di bawah, lalu ditiup ke atas melalui nozzle berbentuk bintang. Ada lapisan plastik bening di sekeliling nozzle dan kisi-kisi seperti sarang lebah di atasnya. Kamu bisa memutar plastik itu untuk mengarahkan nozzle ke atas. Dyson juga kasih tali gantungan, dudukan, dan pouch traveling.

Dari segi estetika, desainnya agak aneh. Waktu aku ke Natural History Museum di London, aku sadar kipas ini persis seperti kepala lintah laut yang dipenggal. Ada yang bilang mirip cacing pasir dari film Dune. Bahkan ada yang nyebut "kipas lubang pantat Dyson" atau bilang mirip mainan seks. (Warna stone/blush yang mirip daging memang tidak membantu; lebih baik pilih ink/cobalt atau carnelian/sky.)

MEMBACA  Pengaturan kamera iPhone terbaik, menurut seorang ahli

Tapi desain aneh ini sebenarnya bagus. Tanpa baling-baling dan kawat pelindung, kipas ini muat di tas kecil dan tidak gampang nyangkut. Beratnya cuma 0,46 pon, atau sekitar 5 ons lebih berat dari iPhone 15 Pro-ku. Suatu hari aku taruh di tas pinggang dan lupa sampai berjam-jam kemudian.

Kipas ini juga tahan banting. Aku pernah menjatuhkannya seperti orang yang baru unboxing iPhone, dan cuma ada goresan kecil yang hampir tidak terlihat.

Kekurangan kecil

Meskipun desainnya ramping dan kokoh, ada kekurangannya. Kalau kamu pegang secara alami, telapak tangan kamu akan menutup beberapa lubang intake, jadi aliran udara berkurang. Selain itu, kotoran halus bisa terperangkap di antara nozzle dan plastiknya, dan susah banget dibersihkan. Kuatir butuh kompresor udara atau HushJet Mini Cool kedua untuk membersihkannya.

Akhirnya, aku mulai pakai

Hal terbaik dari kipas ini adalah kekuatannya. Ada lima level kecepatan standar, plus mode Boost yang bisa diaktifkan dengan menahan tombol. Paling rendah, anginnya lumayan tapi enak kalau didekatkan ke kulit. Ini satu-satunya setelan yang bisa dipakai sambil dicharge. Di setelan dua ke atas, hembusannya sangat kencang.

Dyson bilang kecepatan udaranya sampai 80 kaki per detik, atau 55 mph. Aku tidak punya alat ukur, tapi aku percaya. Setelan kecepatan tinggi bikin aku dingin dalam beberapa detik, mode Boost seperti mesin jet genggam. Anginnya masih terasa dari jarak lima kaki. Tim Dyson benar-benar memasukkan banyak angin ke benda kecil ini.

Kekurangannya, kipas ini berisik. Di setelan rendah, suaranya seperti putaran motor. Semakin kuat, suaranya menderu dan ada nada tinggi seperti peluit anjing. Kedengarannya seperti vakum atau pengering rambut. Rekanku bilang HushJet air purifier Dyson cukup senyap, tapi kipas ini tidak.

MEMBACA  Tak Hanya Anak, Olivia Allan Minta Hadiah Ultah Batu Emerald Senilai Puluhan Juta dari Denny Sumargo!

Waktu di London, aku jalan beberapa blok dengan setelan kelima. Mungkin keliatan seperti turis banget. Walaupun sejuk, aku merasa kasihan sama orang di sekitar yang harus dengar suara bisingnya.

Daya tahan baterai lumayan untuk ukuran sekencang ini

HushJet Mini Cool punya kapasitas baterai 5000 mAh dan dicharge via USB-C. Dalam pengujianku, di setelan rendah bertahan 6 jam 29 menit-lebih lama dari klaim Dyson 6 jam-paling tinggi (non-Boost) 50 menit. Lumayanlah, mengingat motornya bekerja keras. Memang tidak bisa seharian, tapi cukup untuk waktu terpanas di siang hari.

Kalau baterai mulai habis, ada lampu indikator merah kecil di belakang bawah (tepat di atas port charging). Pereview unitku penuh dalam waktu sekitar dua setengah jam, lebih cepat dari klaim tiga jam.

Apakah Dyson HushJet Mini Cool worth it?

Desainnya yang ringkas dan aliran udara super kencang memang menarik. Namun aku rasa kebanyakan orang bakal menganggapnya kebanyakan-untuk kekuatan dan harganya. Kipas portable yang lebih murah yang sudah kami coba di Mashable sudah cukup untuk kebutuhan rata-rata orang, dan tidak terlalu berisik satu masalah.

Aku hanya merekomendasikan HushJet Mini Cool kalau kamu dapat diskon, dan rencananya mau dipakai di luar ruangan saja, kayak lapangan golf, piknik, festival musik-sungguhnikah? Siapkan juga penyumbat telinga.

Meskipun belum pernah mencoba Shark ChillPill sendiri, menurut review tampaknya pembelian yang lebih baik. Meskipun sedikit lebih beratan dan lebih mahal satu atau, lebih dari dua jam, kamu menyatakan waktu di sisipin Dua situ kamu kata jadi awada betul atau ketemu attachment. Biar tampaknya keted

Tinggalkan komentar