Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa di masa lalu, ia pernah memblokir upaya dari pihak-pihak tertentu yang tidak disebutkan namanya untuk menjual industri pertahanan dalam negeri yang strategis kepada pembeli asing dengan alasan tidak menguntungkan.
Berbicara saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, ia membela habis-habisan perusahaan-perusahaan pertahanan milik negara yang menurutnya sengaja diabaikan dan disiapkan untuk dilikuidasi.
“Dulu banyak perusahaan yang sepertinya mau dijual ke asing, saya larang!” kata Presiden Prabowo pada Jumat (10 Juli).
“Dulu industri pertahanan hendak dijual. PT PAL hendak dijual, PT Pindad hendak dijual, PT DI dihabiskan dan hendak dijual. Kita bangkitkan kembali! Sekarang, kita akan bangkitkan semua perusahaan ini,” tambahnya.
Presiden Prabowo, yang sudah mengelola portofolio pertahanan nasional sejak menjadi Menteri Pertahanan tahun 2019–2024 di bawah Presiden Joko Widodo, menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pertahanan—yang awalnya ditargetkan untuk dilikuidasi—kini berkembang dengan pesat.
Ia menunjukkan sejumlah pencapaian internasional besar yang diraih perusahaan-perusahaan pertahanan dalam negeri, yang telah digabungkan dalam perusahaan induk Defend ID sejak 2022.
Salah satunya adalah produsen alat berat dan senjata PT Pindad, yang dilaporkan mendapatkan kontrak besar dengan Kerajaan Arab Saudi.
Menurut Presiden, PT Pindad akan memproduksi senapan dan senapan mesin untuk militer Arab Saudi.
“Senjata kita teruji,” ujarnya.
Selain itu, galangan kapal milik negara, PT PAL Indonesia, telah berkembang dari memproduksi kapal rumah sakit menjadi membangun kapal perang dan kapal selam yang sangat canggih.
Perusahaan galangan negara yang berbasis di Surabaya ini sebelumnya sukses membangun kapal selam KRI Alugoro-405 melalui operasi bersama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dari Korea Selatan.
Ke depannya, PT PAL secara resmi telah memasuki tahap fabrikasi fisik untuk dua kapal selam canggih kelas Scorpene yang dipesan oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Naval Group Perancis.
Kedua pihak memulai tahap pemotongan baja pertama pada bulan Juli ini, Kedua kapal selam canggih direncanakan akan dibangun sepenuhnya di fasilitas PT PAL di Surabaya.
Berita terkait: PT PAL memulai konstruksi kapal perang tank dock Filipina
Berita terkait: PT DI berencana menjual pesawat NC-212i ke Thailand: Pejabat