Konten Instagram dan Facebook yang ‘Candu’ Dinyatakan Langgar Aturan UE

Uni Eropa menuduh perusahaan induk Instagram dan Facebook, Meta, sengaja merancang kedua platformnya menjadi “kecanduan”. Brussel memperingatkan Meta bisa didenda besar kalau tetap melanggar aturan teknologi blok itu.

Jumat kemarin, Komisi Eropa merilis temuan awal dari investigasi dua tahun terhadap Meta. Mereka mengatakan Meta melanggar Undang-undang Layanan Digital (DSA) Uni Eropa. Komisi meminta Meta menerapkan beberapa perubahan desain untuk membatasi “pemakaian kompulsif”.

Uni Eropa juga menuding Meta gagal menilai secara memadai risiko yang ditimbulkan Instagram dan Facebook terhadap kesehatan fisik dan mental pengguna.

Para politisi di seluruh dunia belakangan ini memang gencar mencari cara memberantas media sosial karena kekhawatiran dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna muda. Beberapa studi menyimpulkan media sosial bisa merusak kesejahteraan anak muda, bahkan menimbulkan kecemasan dan depresi.

Komisi Eropa menyebut fitur seperti video otomatis, rekomendasi personal, dan gulir tanpa batas sebagai penyebab otak pengguna masuk ke “mode autopilot”. Mode itu disebut berkontribusi pada kebiasaan buruk dan pemakaian kompulsif. Mereka menegaskan Meta harus menonaktifkan “fitur adiktif utama” jika ingin patuh pada aturan.

Komisi juga meminta Meta mengubah pengaturan bawaan di Instagram dan Facebook untuk mematikan gulir tanpa batas dan video otomatis. Algoritma platform juga harus memberikan konten yang kurang personal kepada pengguna.

Fabrizio Esposito, profesor madya hukum perdata di NOVA School of Law Lisbon, bilang situasi ini jadi masalah besar bagi Meta. Sebab, pelanggaran yang dituduhkan “menyerang inti” model bisnis perusahaan.

“Meta, dari sudut pandangnya sendiri, harus mencoba mencari model bisnis yang lebih baik atau mempertahankan model yang sekarang selama mungkin,” kata Esposito kepada Al Jazeera.

Dia menambahkan: “Kalau Meta kalah dan dipaksa mengubah model bisnisnya, konsekuensinya bakal sangat signifikan dari segi pendapatan.”

MEMBACA  PwC menunda kenaikan jabatan lulusan saat permintaan dan perekrutan konsultan menurun.

Meta membantah temuan investigasi Uni Eropa. Mereka ngotot sudah mengambil langkah perlindungan.

“Kami tidak setuju dengan temuan awal ini, yang tidak sepenuhnya mempertimbangkan langkah penting yang sudah kami ambil untuk melindungi remaja,” kata jubir Meta, Ben Walters.

Uni Eropa bisa mendenda Meta hingga enam persen dari omset tahunannya. Meta masih punya waktu beberapa bulan untuk menanggapi sebelum keputusan akhir diambil.

Tinggalkan komentar