Seorang ekonom dari Stanford yang meneliti tentang kerja jarak jauh, Nicholas Bloom, mengatakan banyak perusahaan tidak akan pernah kembali ke kebijakan kerja penuh di kantor. Menurutnya, fleksibilitas yang ditawarkan kerja jarak jauh menjadi alasan utama.
Meskipun ada perusahaan besar seperti Amazon dan JPMorgan yang mewajibkan karyawan kembali ke kantor, musim panas ini justru membuktikan keuntungan kerja dari rumah, kata Bloom yang sudah meneliti topik ini selama dua puluh tahun.
Kombinasi dari pertandingan Piala Dunia, gelombang panas yang menyengat, dan harga bensin yang lebih mahal akibat perang di Iran, membuat karyawan semakin ingin menghindari kantor.
Fleksibilitas macam inilah yang meyakinkan Bloom bahwa kerja dari rumah akan bangkit lagi, meskipun ada kritik keras dari tokoh seperti Jamie Dimon dari JPMorgan.
“Sama sekali tidak mungkin kita kembali ke tahun 2019 soal kerja dari rumah,” kata Bloom. “Kotak Pandora kerja dari rumah sudah terbuka, dan banyak perusahaan kini menerapkan sistem hybrid secara tetap untuk pekerja profesional dan manajer.”
Beberapa perusahaan yang sebelumnya menentang kerja jarak jauh kini mulai mengikuti permintaan karyawan. Akibat peristiwa musim panas ini, jurnalis melaporkan bahwa JPMorgan dan Goldman Sachs mengizinkan karyawan bekerja dari rumah pada hari-hari pertandingan Piala Dunia 2026.
“Kalau ada cuaca buruk, acara olahraga, protes, bencana, atau pandemi, Anda bisa lihat kerja dari rumah menjadi cara untuk fleksibel soal perjalanan ke kantor,” tambah Bloom.
Pernyataan Bloom muncul saat penelitian dari bank sentral menunjukkan kerja hybrid di AS sudah stabil. Di tahun 2025, hampir 22% pekerja masih bekerja sebagian dari rumah, hanya turun 1% dari tahun sebelumnya.
Selain Piala Dunia, suhu tinggi dan harga bensin mendorong orang untuk tetap di rumah. Suhu rata-rata AS pada bulan Juni lebih panas dari biasanya. Beberapa kota seperti Washington DC mencatat rekor suhu panas saat liburan.
Akibat perubahan iklim, suhu Juli terus naik, membuat perjalanan ke kantor menjadi lebih tidak nyaman, terutama bagi yang naik sepeda, jalan kaki, atau pakai transportasi umum.
Bagi yang naik mobil, serangan AS ke Iran dan pernyataan presiden tentang gencatan senjata yang berakhir, memicu kekhawatiran harga bensin naik lagi.
Harga bensin nasional rata-rata sekarang $3,84 per galon, lebih mahal 70 sen dari tahun lalu. Bloom memperkirakan biaya tambahan untuk perjalanan pulang-pergi bisa mencapai $5 sampai $10 per hari.
Bloom berpendapat, perusahaan seharusnya melihat kerja jarak jauh bukan hanya sebagai untung-untungan karyawan, tapi cara untuk tetap produktif di kondisi yang berat. Cuaca buruk, harga bahan bakar tinggi, atau acara besar tidak harus mengurangi produktivitas kalau karyawan bisa bekerja dari rumah.
Bloom percaya teknologi baru, seperti tampilan video rapat ukuran asli dari startup Noro, akan membuat rapat virtual lebih efektif. Dengan melihat seluruh tubuh rekan kerja, peserta rapat tidak bisa sambil mengirim email atau menonton bola, sehingga semua lebih fokus. Masalah sampah plastik di Indonesia semakin serius. Setiap hari, banyak plastik sekali pakai digunakan dan dibuang begitu saja. Sungai dan laut kita menjadi kotor karena sampah ini.
Pemerintah sudah mencoba beberapa cara untuk mengurangi sampah. Contohnya, ada larangan kantong plastik di supermarket. Tapi masih banyak orang yang belum terbiasa bawa tas belanja sendiri.
Menurut para ahli, kesadaran dari masyarakat sangat penting. Kalau kita mulai kurangi plastik dari dirikita sendiri, itu sudah membantu. Missal bawik air minum sendiri atau pake botol minum lebih sering. Di titit sampah itu begitu apa saja ada. Jadi intinya, mulai perubahan kecil dari rumah dan bahan-bahanpul l gaya hidup saja? Karena simple mengavai sisa masalah setiap orang lama.tung, walaupun setelah tahun juga. Bukan spesial benda tepat malas berlurut tiap ayah kebanyakan oleh tetap ja sat adan!