2,5 Juta Botol Obat Tetes Mata Ditarik Akibat Kontaminasi Benda Asing

Perusahaan obat Lupin Pharmaceuticals menarik lebih dari 2,5 juta botol obat tetes mata di Amerika Serikat. Penarikan ini dilakukan karena ditemukan zat asing di dalam produk tersebut. Informasi ini tercantum di situs Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Obat tetes mata yang ditarik adalah prednisolone acetate. Obat ini diproduksi di India dan tersedia dalam kemasan 5 mL, 10 mL, dan 15 mL. Menurut situs FDA, botol-botol tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa antara 31 Juli 2026 hingga 31 Maret 2028.

Obat tetes mata ini biasanya digunakan untuk mengatasi iritasi mata, kemerahan, bengkak, dan infeksi mata. Banyak orang juga memakai obat tetes prednisolone untuk alergi. Tidak jelas zat asing apa yang mencemari obat tetes ini dan bagaimana zat tersebut ditemukan.

Juga belum jelas apakah ada laporan cedera akibat pemakaian obat ini. Lupin Pharmaceuticals tidak segera menjawab pertanyaan melalui surel yang dikirim pada hari Kamis.

Penarikan ini dimulai pada awal Juni, tapi baru-baru ini diberi status Kelas II. Menurut FDA, status Kelas II berarti “penggunaan atau paparan terhadap produk yang melanggar aturan dapat menyebabkan efek kesehatan sementara atau yang bisa dipulihkan dengan obat, atau risiko efek kesehatan serius sangat kecil”.

Pada 2022, Lupin Pharmaceuticals juga pernah secara sukarela menarik beberapa lot obat tekanan darah Quinapril setelah ditemukan bahan kimia tidak murni.

Awal tahun ini, lebih dari 3 juta botol obat tetes mata ditarik karena masalah sterilitas. Obat tetes tersebut diproduksi oleh K.C. Pharmaceuticals di Pomona, California, dan dijual dengan berbagai nama merek untuk toko-toko seperti CVS, Kroger, dan Walgreens.

Pada tahun 2023, ribuan botol obat tetes mata ditarik oleh Pharmedica USA karena dikhawatirkan bisa menyebabkan infeksi yang berujung pada kebutaan. Menurut UC Davis Health, obat tetes mata yang terkontaminasi juga sudah menyebabkan kematian setidaknya 4 orang pada 2023 dan menyebabkan lebih belasan kasus kehilangan penglihatan.

MEMBACA  Industri Pariwisata Telah Kehilangan Rp 58 Triliun akibat Penutupan Pemerintah. Pemangkasan Penerbangan FAA yang Dimulai Jumat Menjadi Ancaman Baru.

Tinggalkan komentar