Perjalanan Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah kalah dramatis dari Brasil di babak 32 besar. Pertandingan digelar di Houston Stadium, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026) WIB. Samurai Biru sebenarnya sempat unggul lebih dulu, tetapi akhirnya kalah dengan skor 1-2.
Sepanjang laga, Jepang tampil disiplin dan hampir saja bisa mengamankan kemenangan. Namun, Brasil berhasil membalikkan kedudukan dan mencetak gol penentu di masa injury time. Kekalahan ini mengakhiri langkah Jepang yang cukup impresif di Piala Dunia kali ini, sementara Brasil melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Norwegia.
Meski sama-sama gagal di Piala Dunia, nasib pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, jauh berbeda dengan pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo. Setelah Korea Selatan tersingkir, Hong mendapat kritik keras dari publik. Saat tiba di Bandara Incheon, ia bahkan dihujat oleh suporter. Beberapa laporan juga menyebut ia menerima ancaman pembunuhan.
Sebaliknya, Moriyasu justru masih dipercaya oleh Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Menurut media Jepang, Nikkan Sports, Moriyasu dipastikan akan tetap menangani Timnas Jepang. Namun, kontrak barunya hanya berlangsung selama enam bulan, yaitu hingga Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Media tersebut menulis bahwa kontrak baru ini adalah perpanjangan yang sangat tidak biasa, tetapi Moriyasu menyetujuinya. JFA memiliki rencana jangka panjang baru. Asosiasi membuat keputusan memperpanjang kontrak Moriyasu meskipun Jepang gagal di Amerika Serikat dan tidak akan memperpanjangnya lagi (bahkan jika Jepang memenangkan Piala Asia nanti).
Setelah turnamen tersebut, JFA berniat memulai sistem kepelatihan baru pada periode pertandingan internasional bulan Maret. Beberapa petinggi federasi mengonfimer bahwa Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, yang menawarkan kontrak dengan batas waktu hingga Piala Asia 2027.