Partisipasi Angkatan Kerja Anjlok ke 61,5%, Terendah dalam 50 Tahun di Luar Masa Pandemi

Para ekonom seminggu terakhir ini bertanya-tanya kenapa 720.000 orang berhenti mencari kerja dalam satu bulan. Laura Ullrich, direktur ekonomi di Indeed Hiring Lab dan mantan ekonom Richmond Fed, bilang bahwa angka penurunan partisipasi angkatan kerja di Juni ke 61,5%—yang terendah di luar pandemi sejak 1976—bukan soal pekerja yang putus asa. Menurut dia, ini soal pasokan: tenaga kerja memang sudah tidak cukup untuk mengisi semua lowongan yang ada.

Dulu, kalau ada data tenaga kerja yang turun di sektor tertentu, orang langsung bilang permintaan terhadap pekerja di sektor itu menurun. Tapi sekarang, Ullrich bilang bahwa kekurangan pasokan tenaga kerja bisa juga jadi penyebabnya. Ada dua alasan kenapa tidak ada penambahan kerja dalam sebulan: satu, tidak ada permintaan untuk pekerja, dua, ada permintaan tapi tidak ada cukup tenaga kerja.

Mulai menyusutnya tenaga kerja

Bersama tim Indeed Hiring Lab, Ullrich membuat laporan yang memperkirakan bahwa tenaga kerja akan mulai menyusut di tahun 2026. Hal ini karena kebijakan imigrasi berubah dan karena generasi baby boomer semakin banyak yang pensiun. Laporan itu memperkirakan jumlah tenaga kerja akan berkurang sekitar 3,7% atau 5,9 juta pekerja antara 2025 dan 2032, baru kemudian pulih sebagian. Di skenario yang lebih parah, angka pengangguran bisa naik hingga hampir 8% pada tahun 2040.

Ullrich bilang dia memangagetkan saat pertama kali melihat angka itu dan sadar bahwa tenaga kerja akan mulai berkurang tahun ini. Sekitar waktu yang sama, mantan ketua Federal Reserve Jerome Powell juga bilang pertumbuhan tenaga kerja sangat rendah, bahkan nyaris tidak ada. Ullrich yakin ini akibat perubahan demografi dan banyak baby boomer yang keluar dari pasar kerja.

MEMBACA  Imbal hasil obligasi naik, saham tertekan saat keraguan pemotongan Fed muncul kembali

Ullrich juga bilang Badan Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) sudah punya proyeksi selama sepuluh tahun yang menunjukkan penurunan partisipasi. Proyeksi itu dibuat sebelum ada pembatasan imigrasi baru. Kalau nanti data baru keluar, penurunannya diperkirakan akan lebih parah, karena pekerja imigran biasanya lebih muda dan juga punya tingkat partisipasi yang lebih tinggi.

Perbedaan pekerja lokal dan imigran

Menurut data BLS, pekerja imigran mempunyai tingkat partisipasi 66,3%, lebih tinggi dari pekerja asli AS yang cuma 61,6%. Perbedaanya lebih besar lagi pada laki-laki: 76,9% untuk laki-laki imigran, bandingkan dengan 65,8% untuk laki-laki asli. Sebaliknya, perempuan asli AS lebih banyak bekerja daripada perempuan imigran, terutama yang memiliki anak kecil.

Lebih lagi soal usia: sekitar 70,1% imigran berusia antara 25 dan 54 tahun (usia prima kerja), atau disebut usia prima, sementara hanya 62,7% warga asli yang masuk dalam kelompok usia ini. Ullrich bilang jika imigrasi berkurang, maka tenaga kerja menjadi lebih tua dan tingkat partisipasi turun, khususnya pada laki-laki imigran.

AI yang membuat ketidakcocokan

Kecerdasan buatan (AI) membuat pencari kerja tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang tersedia. AI diperkirakan akan paling menghantam sektor informasi, keuangan, dan jasa bisnis,Sektor itu ternyata punya pekerja paling muda dan banyak lulusan baru ingin masuk. Dalam skenario di mana AI mengganggu banyak pekerjaan, angka pengangguran di tiga sektor itu bisa naik dari 4% di 2025 menjadi 21,2% di sektor informasi, 11,8% di sektor keuangan, dan 10,7% di sektor jasa bisnis pada 2032.

Sementara itu sektor seperti pemerintah, kesehatan, pendidikan, dan konstruksi yang memerlukan pekerja baru justru kesulitan menarik tenaga kerja. Dan AI juga tidak banyak membantu mengisi kesenga-ngan itu. Ullrich menyebut contoh di New Mexico di mana hampir 40% dokter berusia di atas 60 tahun. Keperawatan juga sulit diisi pekerja dari luar karena proses kredensial dan pelatihan yang tinggi. Di bidang perawat kesehatan di rumah pun permintaan besar tapi gajinya rendah sehingga sulit dicari pekerja.

MEMBACA  ConocoPhillips akan membeli Marathon Oil dalam kesepakatan semua saham senilai $17,1 miliar yang memperkuat aset shale.

Pada dasarnya Ullrich bilamini pekerja rendah upah dan tinggi permintaan yang paling parahdalam ketidakcocokan ini. Mubgkin seharusnya AI dapat membuat pencarian pekerja lebih mudah, kenyataanya masih menciptakan masalah.

Model Indeed selama ini sudah memperhitungkan dampak tenaga kerja sampai 2040 dalam dua situasi: AI menghapus banyak pekerjaan, atau AI menciptakan lapangan kerja baru. Tapi Ullrich bilango pokokny masih soal demografi: tidak ada pilihan AI yang dampaknya lebih besar dari pada gejolak karena penuaan dan pensiunnya generasi tua.Pengalihan kekayaan dari baby boomer turuntah kek akan genZ sama akan jadi soal lebih besar,pungk
Ada faktor bahwa dengan rendahnya angka pas ra itu keada ini mungkinjugamerupaskan kemapan,jap keors ma kit pekan
D a jumlahdata baik kondie jera jug kita maitate belummainin.
ada pe ri sangd’ka-k Itu a gap pskualifda ftuc

Tinggalkan komentar