Krisis BBM Rusia Mulai Terasa – Akankah Putin Ubah Strategi Perang Ukraina?

Kalau Anda mau tahu seperti apa krisis bahan bakar di Rusia, coba saja habiskan sehari berkendara di Moskow. Hampir di setiap pom bensin yang kami lewati, ada antrean mobil dan truk. Ada yang panjang, ada yang pendek; ada yang macet, ada yang terus bergerak.

Kalau tidak ada antrean, artinya pom bensin itu sudah kehabisan bensin sama sekali dan tutup.

Ingat, ini Moskow—kota kaya dan padat penduduk yang menyerap sebagian besar sumber daya Rusia. Di sini pun pemerintah tidak bisa menjamin bensin dan solar cukup untuk membuat warga Moskow tetap melaju.

Meski antre, suasana hati orang-orang lebih frustrasi daripada marah. Yekaterina bilang dia “tidak senang” dan ada “kepanikan karena semua orang pikir nanti tidak ada minyak”. Tapi semuanya akan baik-baik saja, katanya, “kami hanya perlu mengatur ulang distribusi minyaknya”.

Menurut Elmar, situasinya “sangat buruk” dan dia mengeluh harga naik karena stok bahan bakar menipis. “Anda buang-buang waktu berjam-jam untuk mengisi,” katanya. “Sekarang saya sedang merencanakan perjalanan ke Dagestan, tapi saya tidak tahu harus naik mobil atau tidak karena banyak masalah dengan bensin.”

Saya tanya siapa yang salah. “Di negara kami, Anda tidak bisa bilang apa yang salah dan siapa yang salah,” jawabnya dengan senyum penuh arti.

Di Rusia, mengkritik presiden atau bahkan Kremlin bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan kebanyakan orang di depan umum.

Valery bilang aneh harus antre di negara yang menghasilkan begitu banyak minyak. Dia menyalahkan kurangnya kesiapan Rusia sekaligus rudal Ukraina. “Saya tidak punya keinginan untuk terbiasa antre,” katanya. “Saya harap situasi segera berubah dan tidak berlanjut.”

Jadi, perang mulai terasa di rumah bagi banyak orang di seluruh Rusia.

MEMBACA  Unjuk Rasa Hari Perempuan Internasional Menyuarakan Penolakan terhadap Perang, Kekerasan, dan Penindasan | Berita Hak-Hak Perempuan

Presiden Vladimir Putin sudah berusaha keras melindungi mayoritas rakyat dari dampak apa yang dia sebut operasi militer khusus-nya, yang kini sudah memasuki tahun kelima. Di jalan-jalan Moskow, hampir tidak ada tanda-tanda perang, cuma beberapa poster tentang prajurit heroik.

Tinggalkan komentar