Selasa, 7 Juli 2026 – 16:16 WIB
Fenomena pemain diaspora yang memilih berkarier di Liga Indonesia makin ramai dibicarakan dalam beberapa musim terakhir. Banyak pemain yang sebelumnya main di luar negeri kini mulai pindah ke klub-klub Indonesia, dan ini memicu berbagai reaksi dari pengamat sepak bola.
Transfer Thom Haye ke Persib Bandung jadi salah satu yang paling menyita perhatian. Setelah itu, Eliano Reijnders juga mengikuti jejak yang sama. Bursa transfer pun makin seru. Persija Jakarta berhasil mendapatkan Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, dan Shayne Pattynama. Sementara Dewa United memperkuat tim dengan merekrut Rafael Struick dan Ivar Jenner.
Yang terbaru, juara bertahan Super League, Persib Bandung, kembali bikin gebrakan dengan merekrut dua pemain Timnas Indonesia, yaitu Ragnar Oratmangoen dari FCV Dender dan Sandy Walsh dari Buriram United. Ini dilakukan sebagai persiapan untuk musim 2026/2027. Sandy Walsh, yang sudah berusia 31 tahun, telah menjadi bagian Timnas Indonesia sejak 2023. Hingga kini, ia sudah tampil 23 kali bersama tim Garuda dan mencetak tiga gol.
Di tengah tren ini, pandit senior Bung Binder ikut berkomentar soal banyaknya pemain diaspora yang main di liga dalam negeri. Menurut Bung Binder, dari awal ia berharap para pemain keturunan Indonesia tetap berkarier di level yang lebih kompetitif.
“Bahwa awalnya memang saya mengatakan bahwa kalau bisa para pemain keturunan kita tetap berada di Eropa, bermain di Eropa, atau enggak dapat klub di Eropa, ya main di negara Asia seperti Jepang atau Korea,” kata Bung Binder, diambil dari kanal YouTube pribadinya.
Namun, Bung Binder punya pandangan berbeda kalau pemain sudah berusia matang. “Tapi kemudian juga saya mengatakan bahwa kalau ada pemain diaspora kita yang sudah usianya 30 tahun atau di atasnya, ya bagus juga kalau mereka ingin kembali ke tanah leluhur mereka, bermain di Indonesia dan mungkin pensiun di sini, enggak ada masalah,” ujarnya.
Meskipun begitu, Ia menilai pemain yang masih dalam usia produktis sebaiknya jangan terburu-buru pulang ke Liga Indonesia. Menurut Bung Binder, bermain di kompetisi yang lebih kompetitif bisa membantu perkembangan mereka sekaligus menjaga kesempatan mendapatkan waktu bermain yang cukup.