Demam Piala Dunia sedang melanda. CEO ini yakin itu bukan sekadar tren sesaat.

Selamat pagi. Sejauh ini, Piala Dunia 2026 berjalan sukses. Penonton TV memecahkan rekor, stadion penuh, turis datang dengan penuh semangat, dan tiga negara tuan rumah mainnya cukup baik meskipun semuanya kalah di babak 16 besar. Turnamen ini juga menguntungkan para pemain. FIFA akan membagikan rekor dana sebesar $871 juta ke 48 tim yang ikut. Pertanyaannya sekarang, apa dampaknya terhadap ekonomi kota-kota tuan rumah, sponsor, dan olah raga ini. Sepak bola sudah dikenal, popularitasnya di AS sudah melewati baseball tetapi masih jauh di belakang basket dan sepak bola Amerika.

Acara global yang besar, seberapa pun cepatnya berlalu, bisa menjadi titik balik bagi suatu tempat, olahraga atau produk. Olimpiade Seoul 1988 sukses menunjukkan Korea sebagai ekonomi macan Asia yang bertumbuh pesat. Lalu pembangunan untuk Olimpiade Barcelona empat tahun kemudian dianggap bisa mengubah kota itu dari pelabuhan industri jadi pusat wisata. Ingin Piala Dunia, dengan 3,5 miliar penggemar, mencari kesempatan yang sama. Sekarang itu soal urusan bagaimana memanfaatkannya.

Salah satu pemimpi tokoh ini dianggap Carolyn waktu Tisch y, yang memimpon Direktur Executive CEO percakapan Blodgett layak aspiratif. Carolyn lulus menjabat sebagai Ekadosen usaha su pada … ngingat B2 pendidikan dari bloran peruncitra biaya media pertunjukan Ekady sutrawla NoK masing-mud…

Ah menying na. Rewarna beruwapp ikian wa tuter ters

MEMBACA  Analis Berbalik Bearish pada Adobe Pasca Laba. Bagaimana Nasib Saham ADBE Selanjutnya

Tinggalkan komentar