Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia dan India sudah memperbarui komitmen bersama untuk memperkuat hubungan kedua negara. Hal ini dilakukan melalui kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang strategis setelah pertemuan tingkat tinggi di Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangan bersama setelah bertemu Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Merdeka, Senin. Dia menyebut pertemuan itu berlangsung produktif dan bertujuan untuk mendorong kemitraan strategis Indonesia-India demi kepentingan bersama.
“PM Modi dan saya telah mengadakan pertemuan yang melihat ke depan, intensif, dan produktif. Kami membahas beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama kedua negara,” ujar Prabowo di samping PM India.
Dalam bidang politik, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia dan India sepakat untuk meningkatkan kunjungan kenegaraan dan pertemuan tingkat tinggi. Kedua negara juga akan mempererat koordinasi melalui mekanisme konsultasi bilateral, serta memperkuat kerja sama kelembagaan yang melibatkan pusat kajian dan kelompok persahabatan antar parlemen yang baru dibentuk.
Presiden menambahkan, kedua pemerintah juga menegaskan kembali komitmen untuk kerja sama yang lebih kuat dalam melawan terorisme. Ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional.
Mengenai kerja sama keamanan, Prabowo mengumumkan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama melalui Dialog Keamanan Indonesia-India edisi ketiga. Dialog ini merupakan lanjutan dari forum sebelumnya yang diadakan di Jakarta pada tahun 2022.
Ditambahkannya lagi, kedua negara punya tekad bersama untuk memperkuat ketahanan dalam menghadapi tantangan baru terkait kejahatan lintas negara dan masalah keamanan.
“Kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pembangunan infrastruktur digital,” kata Presiden.
Prabowo menerima PM Modi di Istana Merdeka untuk bertukar pandangan tentang isu-isu strategis dan memajukan kerja sama bilateral. Kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan 16 dokumen yang menjadi landasan kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan maritim, pertanian, alat pertahanan, dan kesehatan.