Saya Memilih Tidak Kuliah dan Mendirikan Perusahaan di Usia 18 Tahun. Setelah Beberapa Eksit, Inilah Pelajaran yang Saya Petik.

Waktu saya bilang ke orang tua saya bahwa saya tidak akan kuliah dan memilih untuk memulai perusahaan sendiri, mereka menganggap itu keputusan yang agak nekat.

Alih-alih mengikuti tradisi yang biasa dilakukan anak muda seusia saya, saya menghabiskan malam Jumat saya dengan menelepon klien dan menghitung keuntungan. Untuk waktu yang lama, itu terasa seperti pilihan yang tidak biasa. Setelah membangun enam perusahaan dan memiliki ratusan karyawan, dan hanya bekerja untuk diri sendiri, saya tahu itu adalah pilihan yang tepat.

Saat ini, gelar universitas sudah tidak menjamin pekerjaan lagi. Semakin banyak anak muda yang mulai bertanya-tanya apakah kuliah masih sepadan. Biaya kuliah terus naik, lapangan kerja untuk lulusan semakin menipis, dan AI mulai membuat tugas menulis esai menjadi tidak relevan.

Jurang antara apa yang diajarkan di sekolah dan apa yang dibutuhkan di dunia kerja semakin lebar dengan cepat, dan banyak institusi pendidikan tidak bisa mengikutinya. Gelar belum tentu membuatmu sukses di tempat kerja masa depan. Bagi siapa pun yang bingung bagaimana menjalani karier tanpa kuliah, inilah yang saya pelajari.

1 – Perubahan adalah suatu keharusan

Dulu, ketika saya masih muda, saya merasa dunia berubah di antara perusahaan pertama dan kedua saya. Sekarang, rasanya dunia berubah dari minggu ke minggu.

Mampu beradaptasi dengan cepat adalah keuntungan bisnis. Pengetahuan bisa didapatkan dengan cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan sepertinya kita semua jadi pemula lagi. AI telah memudahkan orang-orang yang tidak punya latar belakang teknis, dan kita harus melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.

World Economic Forum memperkirakan bahwa 59% karyawan perlu belajar ulang pada 2030 karena pengaruh AI. Peluang di balik berita besar seperti itu mudah terlewatkan. Setiap perubahan teknologi besar pasti menghilangkan beberapa keterampilan, tapi juga membuka ruang untuk keterampilan baru. Lebih baik beradaptasi dengan perubahan daripada digantikan.

MEMBACA  Yves Saint Laurent Jadi Brand Mewah Terpopuler Tahun Ini, Kalahkan Coach, Prada, dan Bottega Veneta: Sinyal Pergeseran Tren yang Nyata.

2 – Bangun orang yang mandiri, bukan perusahaan yang otomatis

Perusahaan terbaru saya, Uniplay, menggunakan AI, tapi kami tetap merekrut manusia.

Saya baca sendiri setiap CV, dan saya tidak mencari gelar akademik. Saya mencari proyek sampingan, hal-hal yang dibuat sendiri oleh calon karyawan, dan kemauan untuk belajar di luar batas akademik. Orang yang akan sukses belum tentu yang paling berpengalaman atau paling pintar secara akademis. Mereka adalah orang yang tetap penasaran dan terus beradaptasi. Hargai kreativitas. Biarkan karyawan berani membuat kesalahan.

Karyawan yang mandiri bekerja lebih cepat, dan tidak perlu penjelasan terus-menerus. Mereka membuat keputusan yang lebih baik karena visi perusahaan tidak abstrak bagi mereka. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bisa dipercaya mengambil keputusan ketika Anda tidak ada di ruangan.

Berikan tim Anda kebebasan yang sesungguhnya untuk belajar, kreatif, dan mengejar hal-hal yang mereka minati. Bisnis Anda akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan karyawan Anda.

Setiap perekrutan itu penting di perusahaan kecil. Pastikan Anda mempekerjakan orang-orang yang memiliki visi dan semangat yang sama. Perilaku orang susah diubah. Tim di sekitar Anda pada akhirnya membentuk perusahaan dengan cara yang mungkin di luar kendali Anda.

3 – Keterlibatan adalah ukuran bisnis yang paling penting

Pelajaran terbesar yang saya dapat dari membangun perusahaan adalah bahwa strategi dan teknologi baru tidak seberbahaya kebosanan. Karyawan yang terlibat akan selalu mengalahkan karyawan yang tidak terlibat.

Kesenangan jauh lebih serius daripada yang mau diakui kebanyakan orang. Bersenang-senang di tempat kerja itu justru meningkatkan kinerja, bukan mengganggu. Tim terbaik yang pernah saya pimpin bekerja keras, tapi mereka juga tertawa, berkompetisi, bereksperimen, dan menikmati prosesnya.

MEMBACA  Apakah Kinerja Saham Accenture Tertinggal dari Nasdaq?

Carilah cara agar orang-orang tetap menikmati pekerjaan mereka. Ganti presentasi slide yang membosankan dengan sesuatu yang interaktif. Ubah rapat manajemen menjadi demonstrasi tim. Beri orang ruang untuk berkembang, dan mereka akan membalas perusahaan dengan setimpal.

4 – Jaga budaya belajar

Kehilangan minat adalah salah satu alasan utama orang berhenti kerja. Ketika tim semakin kecil, mempertahankan karyawan jadi lebih penting dari sebelumnya. Tantangan bagi pemimpin modern adalah menarik perhatian energi dan komitmen dari karyawan mereka.

Budaya belajar yang kuat adalah aset terbesar perusahaan. Kebiasaan sehari-hari orang yang ingin terus menjadi lebih baik bisa menjaga perusahaan tetap berdiri meskipun keadaan berubah. Ketika AI mulai menjadi usang bagi banyak keterampilan, terlalu banyak perusahaan yang menghabiskan uang untuk materi belajar yang tidak ingin dibuka oleh siapa pun. Tahun lalu, perusahaan di Amerika mengeluarkan 102,8 miliar dolar untuk belajar korporat, dan hasilnya tidak lebih dari mengajari karyawan cara mengklik ‘next’ secepat mungkin.

Kita butuh pembelajaran yang secepat teknologi bergerak. Kalau itu bisa dilakukan dengan benar, Anda akan memiliki tenaga kerja yang bisa mengajari dirinya sendiri apapun yang akan datang.

5 – Dan yang terakhir, jangan pernah remehkan pemula

Beberapa orang terbaik yang pernah bekerja dengan saya adalah yang paling tidak berpengalaman di atas kertas. Mereka itu penasaran, cepat beradaptasi, dan seringkali lebih dekat dengan arah dunia dibandingkan kita yang lain. Pengalaman itu penting, tapi rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar itu lebih penting.

Kita semua bisa banyak belajar dari para magang kita. Merekalah yang paling mungkin melihat kebiasaan lama yang usang dalam proses kerja kita. Biarkan mereka menantang hal-hal sebelum kebiasaan buruk mengeras.

MEMBACA  Dana pasar uang yang memberikan hasil lebih dari 5% tidak akan bertahan. Dimana menempatkan uang tidak terpakai

Rasa ingin tahu dan kegigihan harus didorong tanpa memandang usia. Orang mau menerima bahwa tidak tahu itu sebagai sikap yang diperlukan dalam dunia yang terus berubah.

Berani menjadi pemula, dan ajari tim Anda untuk melakukan hal yang sama. Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa kuliah tidak bisa mengajarkan setengah dari hal-hal yang dipelajari dari menjalankan perusahaan.

Pendapat-pendapat di atas adalah milik penulisnya dan belum tentu mencerminkan pandangan Fortune.

Eric Francia adalah pendiri bersama dan CEO Uniplay. Pengalamannya mencakup membangun, menjalankan, dan mengembangkan perusahaan digital di 70 negara. Sekarang Uniplay adalah perusahaan keenamnya.

Tinggalkan komentar