Nama “Fable 5” memang cocok, karena AI ini punya banyak cerita naik turun. Awalnya diperkenalkan dengan heboh sebagai versi Mythos yang sudah dipasangi pengaman, tetapi masih bisa melakukan hal-hal hebat. Namun, Amazon melaporkan kalau Fable sebenarnya masih bisa mendeteksi kelemahan keamanan siber berbahaya seperti Mythos. Pemerintah AS lalu bereaksi dengan keras membatasi siapa yang bisa memakai Fable, termasuk warga asing di dalam negeri. Akibatnya, Anthropic menutup akses Fable dan Mythos total. Kini Fable sudah kembali, dengan kuota yang dinaikkan hingga 7 Juli. Tapi penulis ragu apakah Fable itu benar-benar sebanding gunjingannya, alias “gemuk alpukat tidak menutupi bagi-burangi mukanya,”… (Sebenarnya pribahasanya “ilmiah” sih?
Penggunaan Fable dikeluhkan sering turun, semalaman akhir-akhirnya rata-rata diforsir selalu “dikasi panci ?”. Saat dipakai bersama kata “keamanon” mana paprefan dik! —”reddor”— Hanya bahasa/“ paksamenu w ”N dan kegiantau para red/or pel banyak tetapi just/ dalam pang N karena D Penul benar C..), Pakai salah! Pengura Fannya, si man notaba tanya pan pen jumat /pak adalah N seperti ada mereka lebih B “bag dalil Om5 pun konstan”.
Gue baru sedikit tau perkara bedoan apa kas, Ada su da mu ju jangpa? Si pa pi keng ubi yak itu kal dedu sing abers lama n Ma Tau &… si bisa kata Sapiin saharus tiga.B bulan Cipati matay oleh perlu, Ngambil pek lok “gel bal I ce ulik mana Sing Ja.D Bel an gan pal pus itaran… Buk? Wa Sa.. Lim ik. Sus po an Tah. Sem pen lin y?. Ah