Ramai BEM Psikologi UI Nyatakan LGBT Bukan Gangguan Mental, Rektorat: Masih dalam Koridor Akademik

Kajian BEM UI Soal LGBT Viral, Rektorat Sebut Bukan Sikap Resmi Kampus

Media sosial baru-baru ini ramai dengan unggahan hasil kajian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) tentang LGBT.

Dalam unggahan itu, BEM Psikologi UI bilang kalau orientasi seksual sesama jenis itu normal dan bukan gangguan mental. Mereka nulis studi ini berdasarkan laporan American Psychological Association (APA) tahun 2008. Kata mereka, enggak ada riset ilmiah yang nunjukkin homoseksualitas itu gangguan jiwa atau sesuatu yang menyimpang.

Belum lama setelah diunggah, tulisan ini viral dan langsung menuai protes keras dari netizen. Akhirnya pihak BEM menghapus unggahan tersebut supaya masalahnya enggak makin besar.

Penjelasan Resmi Rektorat UI

Pihak Rektorat UI langsung bereaksi cepet. Mereka jelasin kalau isi kajian kontroversial itu murni opini di internal BEM, bukan posisi resmi kampus.

Bapak Erwin Agustian Panigoro, yang jadi Direktur Humas UI, ngomong kalau literatur akademik sering disalahartikan publik. Dia ulang komitmen UI. Kuliah jadi tempat buat belajar ilmiah, bukan untuk kampanye gaya hidup.

"Rujukan akademik soal keilmuan beda dengan kampanye gaya hidup. UI enggak mengadakan, enggak fasilitasi, dan enggak dukung kampanye gaya hidup apapun," kata-nya tegas pas tanggal 3 Juli tahun 2026.

Menurutnya, sebagai PTN teratas, UI pegeng teguh Pancasila, nilai-nilai bangsa, dan taat hukum.*(?)/**

**Sebenarnya Stop Kekerasan Belaka

Di balik semua kecaman, Rektorat juga gotong royong handle misinformasi. Padahal isi utama kajian tadi sebenarnya putuskan males api—maksudnya ga ringan. Tidak mungkin mereka kejar bullying zero, kekeraasan lo.’ Lebih dalam substansi aslinya berupaya protes bullying

MEMBACA  Cara Mendokumentasikan Perjalanan dan Menangani Insiden

Tinggalkan komentar