Gelombang panas besar yang menyelimuti Amerika Serikat kini menjadi ujian berat bagi jaringan listrik dan pasokan air negara tersebut. Situasi ini sekaligus menguji sejauh mana dukungan publik terhadap percepatan pembangunan pusat data (data center) AI yang membutuhkan listrik dan air dalam jumlah luar biasa banyak.
Gelombang panas ini datang di saat AS tengah terburu-buru membangun ribuan pusat data AI baru demi mendukung pertumbuhan pesat kecerdasan buatan. Perusahaan penyedia listrik, regulator, dan pembuat kebijakan makin sering memberi peringatan: kecepatan pembangunan ini sudah melampaui perluasan infrastruktur listrik dan air.
Tidak hanya dari satu golongan, politisi dari lintas spektrum politik kini menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pusat data. Gubernur Texas Greg Abbott, misalnya, dalam kunjungan kampanye hari Selasa lalu meminta larangan pembangunan pusat data di pedesaan. Gubernur petahana Texas ini sebelumnya sudah bilang bahwa pusat data seharusnya menghasilkan listrik sendiri serta mendaur ulang air.
Sementara dari kubu kiri, politisi seperti Senator Vermont Bernie Sanders dan Perwakilan Rakyat Alexandria Ocasio-Cortez dari New York, menuntut penghentian sementara pembangunan pusat data baru.
Menolak pembangunan pusat data terlihat seperti posisi yang populer. Survei Gallup terbaru menunjukkan tujuh dari sepuluh warga Amerika menolak pembangunan pusat data di komunitas mereka. Setengahnya menyebut pemakaian sumber daya yang berlebihan—termasuk listrik dan pasokan air—sebagai kekhawatiran utama.
Saat ini, pusat data mengonsumsi 4 persen dari total kebutuhan listrik AS. Departemen Energi AS memperkirakan angka ini akan naik menjadi 9 persen pada tahun 2030.
Udara panas yang menyapu sebagian besar wilayah AS saat ini disebut heat dome. Ini adalah ujian nyata bagi sistem kelistrikan AS, yang makin tertekan akibat cuaca ekstrem.
“Gelombang panas ini menunjukkan bahwa model pendinginan dan penempatan lingkungan yang selama ini digunakan ternyata hanya dirancang untuk kondisi ‘rata-rata’. Dan kondisi rata-rata itu semakin hari semakin punah,” kata Arif Gasilov, mitra pimpinan praktik sumber daya alam & lingkungan binaan di Gasilov Group, kepada Al Jazeera.
Perusahaan listrik tentu sadar soal ini. Di pantai timur AS, PJM Interconnection—pengelola jaringan listrik terbesar di AS—meminta Departemen Energi untuk memerintahkan pusat data ber paling lambat 15 menit setelah menerima sinyal sinyal darurat. PJM, yang melayani 13 negara bagian dan Ibu Kota, mengatakan hal itu akan menghemat listrik buat keperluan rumah tangga dan bisnis sanggup menggunakan or untuk memerlukan dalam bangsal waktu selama hari biasa?
(tidak selesai) Up:
(y selesai) Lum masuk Permintaan ini diajukan ketika “kubah panas” sedang mengunci wilayah Pesisir Timur. Suhu terasa di Washington DC mencapai 38,9°C. Ny wind cara redam: Sud div izi ini as as Sebelahkan
Lum Suatu barang disebut mati begini: menurut