Hal-Hal Paling Keren yang Kami Lihat di Kodansha House

Malam pertama Anime Expo 2026 benar-benar seru. Kodansha House mengadakan pesta untuk acara The Ghost in the Shell yang akan tayang perdana di Prime Video pada 7 Juli. Saya datang dengan kamera Fujifilm X-T100 untuk mengambil foto-foto keren di tempat ini.

Orang-orang datang terutama untuk mendapatkan poster yang ditandatangani oleh sutradara Mokochan dan desainer karakter Shuhei Handa. Tapi hal pertama yang menarik perhatian saya adalah DJ yang memutar lagu-lagu bertema cyberpunk, sementara layar di belakangnya menampilkan cuplikan film. Suasananya sangat asyik.

Di bagian depan, ada rak manga yang menenangkan dengan judul seperti Princess Jellyfish, Fire Force, dan Vinland Saga. Bagian favorit saya adalah dinding yang menampilkan karya seni dari Fairy Tail, Blue Lock, dan That Time I Got Reincarnated as a Slime.

Setelah keluar dari pesta, saya menemukan area lain yang lebih tenang seperti museum di sisi lain Gedung Kodansha. Di sana, saya tidak sengaja bertemu dengan pengisi suara bahasa Inggris untuk The Ghost in the Shell: Suzie Yeung, Bill Butts, Tony Weaver, dan Nick Apostolides. Saya terlalu malu untuk menyapa Suzie Yeung, tapi saya sempat ngobrol singkat dengan Bill Butts.

Salah satu pajangan favorit saya adalah Witch Hat Atelier. Ada ruangan seperti kebun binatang yang penuh dengan kertas dan mantra, serta buku mantra dengan tablet untuk menggambar lingkaran sihir. Saking senangnya, saya berhasil membuat mantra es yang bagus.

Ruangan populer berikutnya menampilkan banyak koleksi impian. Ada sepeda Kaneda dari Akira, pengunjung bisa duduk dan berpose “Akira slide” di depan layar LED. Ada juga Blue Lock cageball di mana orang bisa menendang bola untuk mengenai target. Ternyata susah banget, saya lihat seorang pengunjung kesulitan dan tidak masuk peringkat teratas.

MEMBACA  Profil Sersan Aprilio Manganang, Seorang Anggota TNI yang Pernah Membela Timnas Voli Putri Indonesia

Yang terakhir tapi sama serunya, ada atraksi Attack on Titan dengan diorama Wall Maria. Saya minta tolong orang untuk memotret saya, dan ternyata saya direkam buat video montir kehancuran Wall Maria setelah memindai kode QR. Rasanya asyik jadi “penjahat”.

Pokoknya, tempat-tempat manga dan anime yang sederhana pun bisa membuat kita sangat bahagia.

Tinggalkan komentar