Wamendagri Marwan Dorong Penguatan Ekonomi RI-Dunia Islam di Kyrgyzstan

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, mendorong kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara Islam saat berkunjung ke Kyrgyzstan pada 1-3 Juli 2026.

Selama kunjungan itu, Matta mengadakan serangkaian pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri Kyrgyzstan, Wakil Menteri Ekonomi dan Perdagangan, serta Wakil Kepala Badan Investasi Nasional negara tersebut.

“Seperti kunjungan kerja ke negara sahabat lainnya di kawasan ini, salah satu prioritas utama wakil menteri luar negeri adalah mengoptimalkan hubungan ekonomi dengan negara-negara di dunia Islam,” demikian pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Jumat.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kyrgyzstan Jeenbek Kulubayev dan Wakil Menteri Luar Negeri Meder Abakirov, kedua pihak membahas upaya untuk menghidupkan kembali hubungan politik bilateral dengan mengintensifkan mekanisme bilateral.

Mekanisme tersebut mencakup konsultasi bilateral dan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan, kata kementerian itu.

Untuk mendorong hubungan ekonomi yang lebih kuat, Matta juga bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi dan Perdagangan Kyrgyzstan Sultan Akhmatov serta Wakil Kepala Badan Investasi Nasional Koychumanov Nurbekovich.

Pada setiap pertemuan, delegasi Indonesia dan Kyrgyzstan sepakat tentang peran penting pemerintah dalam mendukung interaksi yang lebih besar antara masyarakat dan pelaku bisnis melalui inisiatif seperti forum bisnis, kemudahan visa, dan kerja sama di sektor industri kreatif.

“Wakil menteri luar negeri menekankan pentingnya membangun narasi bersama untuk memperkuat saling pengertian antara masyarakat dan komunitas bisnis kedua negara,” kata kementerian itu.

Kementerian juga menyatakan optimisme bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA), yang ditandatangani pada Desember 2025 dan saat ini sedang dalam proses ratifikasi, akan memperkuat kemintraan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Kyrgyzstan.

MEMBACA  Teori Pilihan Rasional dalam Ekonomi Mikro

Tinggalkan komentar