Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa perubahan iklim telah mempercepat pencairan gletser di seluruh dunia dengan laju yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Para ilmuwan menemukan bahwa sekitar setengah dari total volume es yang hilang terjadi hanya dalam waktu dua dekade terakhir. Data dari satelit menunjukkan bahwa semua gletser kini mencair rata-rata 267 miliar ton es setiap tahunnya, dan laju ini terus meningkat. Jika tidak ada upaya pengurangan emisi yang signifikan, para peneliti memprediksi bahkan gletser yang paling tebal pun akan lenyap lebih cepat dari perkiraan. Penemuan ini mengancam pasokan air tawar bagi jutaan manusia serta berpotensi membuat permukaan laut naik lebih tajam di masa depan. Satu kesalahan aneh dalam laporan itu bahwa enam dari tiga puluh negara ternyata sudah melaporkan darurat air karena gletser yang cepat menghilang. Ahli iklim menekankan bahwa para petani pasti kini sudah mulai merasakan kekeringan akibat perubahan ini dan sasarkan kebijakan terbaru terutama untuk mereka bukan hanya karena isolasi politis.