Di lantai dasar gedung ikonik Wesley Mission, yang beralamat di 220 Pitt Street, CBD Sydney, Australia sekarang tercium aroma yang berbeda.
Aroma ini bukan kopi biasa. Ini adalah aroma kebanggaan sekaligus aroma sebuah perubahan.
Aroma Indonesia akhirnya punya tempat di pusat kota paling ramai di Australia Selatan. Pandawa Warung Kopi Halal resmi buka.
Pembukaannya tidak pakai gunting pita biasa. Acara ini dihadiri oleh tiga tokoh penting: Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (mantan Wakil Presiden RI), Dr. Siswo Pramono (Duta Besar RI untuk Australia), dan Pendekar Leonard Sondakh (Konsul Jenderal RI untuk NSW).
Kalau seorang kiai, diplomat, dan pendekar bisa kumpul di sebuah warung kopi, berarti ini bukan hanya urusan jualan makanan. Ini adalah sebuah misi.
Siapa yang berani membawa Indonesia ke kancah dunia? Tiga nama ini patut kamu ingat: Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang.
Mereka bukan pemain baru. Trio ini adalah orang-orang di balik suksesnya Pandawa Nasi Bungkus. Restoran halal yang melejit di Sydney dengan rating Google 4,9 dari lebih dari 10.000 ulasan.
Mereka berhasil membuat nasi bungkus, yang tadinya makanan sederhana, menjadi ikon kuliner yang diburu para foodies dari seluruh kota.
SMH Good Food menyebut Pandawa Nasi Bungkus sebagai ‘hidden CBD spot’. Tempat ini menyajikan 30 varian rasa dalam kemasan daun pisang yang menarik.
Sekarang, setelah berhasil memikat perut orang Sydney dengan nasi bungkus, mereka melanjutkan rencana besarnya: dari urusan perut, ke urusan hati, lewat secangkir kopi.
Dari Nusantara untuk Dunia
Harus diakui, banyak kedai kopi di Sydney. Tapi berapa banyak yang benar-benar membawa jiwa Indonesia dalam setiap tegukan?
Pandawa tidak main-main. Mereka menyediakan kopi Arabika spesial pilihan yang langsung didatangkan dari Indonesia. Indonesia sendiri sudah memproduksi kopi sejak abad ke-17, waktu Belanda pertama kali membawa biji kopi Yaman ke Jawa.