Saham Palantir sudah turun lebih dari 30% sejak awal tahun ini, padahal perusahaan melaporkan pertumbuhan triwulanan sebesar 85%. Cathie Wood dari Ark Invest mulai membeli saham ini melalui berbagai ETF miliknya.
Dengan rasio P/E (harga terhadap laba) sekitar 78 kali untuk tahun depan, valuasi Palantir masih terbilang mahal. Tapi perkembangan AI agenik bisa membantu pertumbuhan perusahaan agar mengejar valuasi itu lebih cepat dari perkiraan.
Sampai saat ini, saham perusahaan chip tetap jadi pemimpin pasar, sementara kinerja saham raksasa teknologi seperti Magnificent Seven sedikit melambat. ETF unggulan Ark Innovation (ARKK) juga tertinggal, hanya naik sekitar 3% sementara S&P 500 sudah naik hampir 10%. Masih belum jelas langkah apa yang akan diambil Wood di tengah revolusi AI yang terus berjalan cepat.
Tidak semua software bernilai sama. Saham perusahaan keamanan siber dan inovasi lainnya justru naik setelah sebelumnya sempat turun di awal tahun. Tapi tentu bukan semua saham software yang harganya jatuh bisa bangkit lagi. Pertanyaanya, saham mana yang masih murah tapi sebenarnya punya peran penting di dunia AI?
Palantir sempat jadi salah satu saham software AI paling sukses. Penurunan harga sekarang mungkin wajar karena harga saham sebelumnya naik terlalu tinggi, dan ini justru memberi waktu bagi pertumbuhan untuk mengejar valuasinya. Saya rasa Palantir bukan software yang mudah dikalahkan oleh perusahaan AI besar seperti Anthropic. Hasil triwulan terbaru mereka saja sangat bagus.
Tapi ada juga pihak yang ragu, termasuk Michael Burry yang terkenal lewat film “The Big Short.” Ia khawatir Anthropic bisa jadi saingan berat Palantir. Saya pribadi merasa Palantir punya pertahanan bisnis yang kuat daripada yang banyak orang kira.
Di luar harga saham yang masih mahal, pertumbuhan Palantir mulai mengejar. Rasio P/E-nya memang sekitar 78 kali dan rasio harga terhadap penjualan di 56 kali. Tapi dengan pertumbuhan 85% di triwuan kemarin, mungkin valuasi itu bisa terbayar lebih cepat dari dugaan.
Saya pikir Burry bijak mengurangi posisi short-nya, sambil Wood justru berani membeli besar untuk ETF-nya. Bootcamp Palantir mungkin bisa mempercepat adopsi AI, jadi kejutan positif masih mungkin terjadi. Tapi masih harus dilihat apakah kenaikan itu cukup kuat.
Bagaimanapun, dukungan Wood untuk CEO Alex Karp masuk akal. Mereka unggul sementara banyak software lain sedang terpuruk. Saya menduga Palantir bisa jadi pemain besar di AI dengan prospek pertumbuhan yang jelas.
Dengan Burry menutup setengah posisi short-nya dan Cathie Wood masuk, mungkin saatnya melihat saham ini dengan pandangan lebih positif. Saham Palantir sudah turun sekitar 44% dari harga tertingginya.
Catatan: Analis yang memprediksi kenaikan NVIDIA tahun 2010 baru saja mengumumkan 10 saham AI pilihan teratasnya — dan Palantir tidak masuk dalam daftar itu. Ambil daftar namanya secara gratis di sini.
Hubungi [email protected] apabila ada pertanyaan atau koreksi.